Kuartal I/2018, Pendapatan Bersih Hero Group Turun Tipis

PT Hero Supermarket Tbk mencatat penurunan pendapatan bersih sebesar 2% dan rugi bersih sebesar Rp4 miliar pada KUARTAL I/2018.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 30 April 2018  |  17:14 WIB
Kuartal I/2018, Pendapatan Bersih Hero Group Turun Tipis
Gerai Hero Supermarket - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA - PT Hero Supermarket Tbk mencatat penurunan pendapatan bersih sebesar 2% dan rugi bersih sebesar Rp4 miliar pada Kuartal I/2018.

Perseroan mencatat terdapat penurunan kinerja pada bisnis makanan, sementara kinerja positif terjadi di bisnis kesehatan & kecantikan dan IKEA.

“Kondisi perdagangan tetap menantang pada kuartal pertama 2018 akan tetapi marjin kotor berhasil ditingkatkan ditambah dengan biaya yang lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Bisnis Kesehatan & Kecantikan dan IKEA terus membukukan hasil yang baik, dengan penjualan dan pertumbuhan laba yang kuat," ujar Stephane Deutsch Presiden Direktur Hero Group dalam siaran persnya.

Stephanie menjelaskan sektor ritel modern Indonesia mengalami penurunan perdagangan pada kuartal pertama 2018 yang disebabkan oleh perubahan perilaku konsumen kearah penghematan sehingga mengakibatkan konsumsi rumah tangga sehari-hari menurun. Hal ini menyebabkan penjualan di bisnis Makanan tetap menantang.

Sebagai respon terhadap kondisi pasar yang menurun, berbagai langkah sedang dijalankan untuk meraih kembali pertumbuhan penjualan melalui pembaharuan strategi promosi yang berfokus pada harga murah bagi pelanggan serta meningkatkan ketersediaan produk di toko.

Berdasarkan data perusahaan, total penjualan pada kuartal pertama turun 2% menjadi Rp3,04 miliar. Meski demikian perseroan mencatat rugi bersih sebesar Rp4 miliar, turun dibandingkan dengan rugi bersih sebesar Rp6 miliar pada periode yang sama tahun lalu dimana penurunan rugi bersih ini ditopang oleh peningkatan marjin.

Sementara itu, penjualan bisnis makanan turun 7% menjadi Rp2,35 miliar yang disebabkan oleh penutupan toko dan penjualan like-for-like yang negatif sehingga menghasilkan kerugian operasional sebesar Rp87 miliar diluar biaya-biaya Perseroan yang tidak dialokasikan, dibandingkan dengan Rp56 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Selanjutnya, penjualan di bisnis Non-Makanan meningkat 22% menjadi Rp589 miliar dimana Guardian dan IKEA menunjukkan pertumbuhan yang kuat dengan laba operasional sebesar Rp87 miliar diluar biaya-biaya Perseroan yang tidak dialokasikan, dibandingkan dengan Rp63 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Stephane menjelaskan, arus kas bebas untuk kuartal ini meningkat menjadi negatif sebesar Rp30 miliar dibandingkan dengan negatif Rp103 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya, terutama karena berkurangnya belanja modal.

Pada 31 Maret 2018, Perseroan memiliki kas bersih sebesar Rp197 miliar, dibandingkan dengan Rp 226 miliar pada akhir tahun sebelumnya.

Menurutnya, kondisi perdagangan yang menurun telah menyebabkan pertumbuhan penjualan like-for- like yang negatif pada bisnis Makanan. Untuk merespon hal tersebut, strategi promosi baru sedang dijalankan termasuk memperbaharui kegiatan promosi bersamaan dengan peninjauan keragaman produk dan daya saing strategi penetapan harga di semua format toko. Kegiatan cuci gudang untuk produk general merchandise telah memberikan hasil yang menggembirakan di kuartal pertama.

Sementara itu, lanjutnya, Guardian terus meraih kinerja yang baik. Berfokus pada peningkatan penawaran produk kecantikan yang selaras dengan kebutuhan pelanggan dan segmen ini meraih kinerja yang melebihi target. Pusat distribusi kedua akan dibuka pada akhir tahun ini untuk memenuhi permintaan yang meningkat. Akan ada fokus lanjutan untuk menyempurnakan keragaman produk untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.

Di IKEA, kinerja penjualan menunjukkan momentum positif. Pertumbuhan didorong oleh peningkatan kunjungan pelanggan di toko IKEA Alam Sutera serta peningkatan penjualan online IKEA yang terus menunjukkan kemajuan yang menggembirakan.

Hingga 31 Maret 2018, Perseroan mengoperasikan 448 toko, terdiri dari 58 Giant Ekstra, 102 Giant Ekspres, 31 Hero Supermarket, 3 Giant Mart, 253 Guardian Health & Beauty, dan satu toko IKEA.

Kondisi perdagangan tetap menantang pada kuartal pertama 2018 akan tetapi marjin kotor berhasil ditingkatkan ditambah dengan biaya yang lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Bisnis Kesehatan & Kecantikan dan IKEA terus membukukan hasil yang baik, dengan penjualan dan pertumbuhan laba yang kuat.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
hero supermarket

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top