KINERJA 2018 : TLKM Patok Pendapatan Tumbuh Dua Digit

PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. mematok pertumbuhan laba bersih perseroan sebesar dua digit atau minimal 10% pada tahun ini. Emiten telekomunikasi pelat merah tersebut optimistis dengan capaian laba, di tengah aturan registrasi kartu prabayar yang diprediksi dapat memangkas jumlah pelanggan.
Dara Aziliya | 27 April 2018 19:47 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk. mematok pertumbuhan laba bersih perseroan sebesar dua digit atau minimal 10%  pada tahun ini. Emiten telekomunikasi pelat merah tersebut optimistis dengan capaian laba, di tengah aturan registrasi kartu prabayar yang diprediksi dapat memangkas jumlah pelanggan.

Direktur Keuangan Telkom Indonesia Harry M. Zen mengungkapkan perseroan menargetkan capaian kinerja yang lebih baik dari 2017. Dia tidak berkomentar banyak saat dikonfirmasi soal penurunan pendapatan dari efek registrasi kartu prabayar.

“Mudah-mudahan tahun ini bisa double digit growt lagi untuk pendapatan. Terkait registrasi kartu, akan ada pernyataan sendiri dari Kemenkominfo. Dalam waktu dekat kami akan keluarkan hasil kinerja kuartal pertama,” ungkap Harry usai RUPS di Jakarta, Jumat (27/4).

Harry mengungkapkan kinerja perseroan pada tahun lalu cukup positif, sehingga pendapatan dapat terkerek 10,25% menjadi Rp128,25 triliun. Adapun, laba tahun berjalan yang dapat diatribusikan pada pemilik entitas induk paa 2017 naik 14,4% menjadi Rp22,15 triliun.

Direktur Utama Telkom Alex J. SInaga mengungkapkan sepanjang 2017 perseroan juga membukukan capaian Ebitda yang memuaskan, yaitu meningkat 8,6% menjadi Rp64,6 triliun.

“Performa tersebut menunjukkan kemampuan perusahaan untuk terus tumbuh di tengah persaingan industri telekomunikasi di Indonesia yang semakin ketat,” ungkap Alex.

Adapun, pertumbuhan pendapatan perseroan masih didorong oleh kontribusi dari segmen data, internet, dan IT Service yang tumbuh sebesar 28,7% pada 2017. Tahun lalu, kontribusi lini mencapai 43,2% dibandingkan 2016.

Sementara itu Harry mengungkapkan perseroan akan menggunakan sekitar 25% dari pendapatan 2017 untuk belanja modal pada 2018. Tahun ini, nilai capex emiten dengan kode saham TLKM tersebut mencapai Rp30 triliun.

“Capexnya mungkin Rp30 triliun yang 50%-nya kami gunakan untu segmen mobile, 30% untuk pengembangan fixed broadband atau Indiehome, dan sisanya untuk keperluan lain.

Perseroan mencatat hingga akhir 2017, capex TLKM mencapai Rp33,2 triliun yang sebagian besarnya digunakan untuk membangun BTS 3G dan 4G yang akan memperkuat bisnis seluler, jaringan backbone dan akses fiber optic, dan pengembangan satelit.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
tlkm, kinerja emiten

Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top