CALON EMITEN: Surya Pertiwi Gunakan Dana IPO untuk Dirikan 2 Pabrik

PT Surya Pertiwi akan menggunakan sebagian besar dana hasil penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) untuk melakukan ekspansi, yakni dengan menambah dua lini produksi.
Tegar Arief | 16 April 2018 15:53 WIB
Dari kiri ke kanan: Irene Hamidjaja (Direktur PT Surya Pertiwi Tbk.), Mardjoeki Atmadireja (Presiden Komisaris PT Surya Pertiwi Tbk.), Ferry Budiman Tanja (Direktur Utama PT Ciptadana Sekuritas Asia), Tjahjono Alim (Presiden Direktur PT Surya Pertiwi Tbk.), dan Willianto Alim (Wakil Presiden Direktur PT Surya Pertiwi Tbk.) saat menggelar jumpa pers mengenai rencana IPO di Jakarta. /Bisnis/Tegar Arief

Bisnis.com, JAKARTA - PT Surya Pertiwi akan menggunakan sebagian besar dana hasil penawaran umum perdana atau initial public offering (IPO) untuk melakukan ekspansi, yakni dengan menambah dua lini produksi.

Direktur PT Surya Pertiwi Irene Hamidjaja menjelaskan, dalam 3 tahun ke depan belanja modal yang dianggarkan oleh perseroan mencapai Rp400 miliar. Dana itu akan digunakan untuk mendirikan lini produksi kedua dan ketiga.

"Saat ini lini produksi hanya satu. Kalau untuk tahun ini belanja modal hanya Rp50 miliar, karena pembangunan pabrik baru baru mulai tahun depan," katanya di Jakarta, Senin (16/4/2018).

Saat ini, perseroan memiliki satu unit pabrik yang terletak di kawasan Surabaya, Jawa Timur dengan kapasitas produksi 500.000 unit per tahun. Pabrik tersebut dimiliki oleh anak usaha perseroan yakni PT Surya Pertiwi Nusantara.

Irene menambahkan, target pertumbuhan yang dipatok perseroan pada 3 tahun ke depan mencapai 10%, sejalan dengan prediksi pertumbuhan industri. Adapun target pertumbuhan pendapatan tahun ini masih belum bisa diungkap.

Tahun lalu, kata Irene, PT Surya Pertiwi berhasil mencatatkan laba bersih mencapai Rp222 miliar. Adapun, total aset yang dimiliki perusahaan distributor saniter dan fitting merek TOTO itu mencapai Rp2 triliun.

Sepanjang tahun lalu, total penjualan perseroan tercatat mencapai Rp2,14 triliun dengan porsi 89,5% penjualan barang lokal, dan 10,5% penjualan barang impor. Adapun pada 2016 total penjualan mencapai Rp2,07 triliun.

"2016 porsi penjualannya 90,0% barang lokal dan 9,1% penjualan impor," ujarnya.

Dari pendapatan melalui IPO, sebanyak 50% akan digunakan perseroan untuk membayar utang, sementara sisanya untuk belanja modal dan modal kerja yang masing-masing sebesar 25%.

Ferry Budiman Tanja, Direktur Utama PT Ciptadana Sekuritas Asia selaku penjamin emisi atau underwriter menambahkan, perseroan juga memiliki lini bisnis lain yakni pembangunan dan pengelolaan gedung.

Perusahaan bernama Surya Graha Pertiwi itu telah membuat state of the art showroom seluas 6.000 m2 yang terletak di kawasan Jakarta Barat. Gedung ini akan beroperasi pada kuartal III/2018.

"Saat ini gedung sudah toping off dan Oktober nanti sudah tuntas. Ini nanti akan menjadi perkantoran, showroom, dan fungsi sejenisnya," kata dia.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ipo

Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top