Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Siapkan Capex Rp600 Miliar, Ini Strategi Metland (MTLA)

Emiten properti PT Metropolitan Land Tbk. menganggarkan belanja modal Rp600 miliar tahun ini untuk menambah cadangan lahan baru dan mengembangkan proyek-proyek baru.
Emanuel B. Caesario
Emanuel B. Caesario - Bisnis.com 05 April 2018  |  13:59 WIB
Siapkan Capex Rp600 Miliar, Ini Strategi Metland (MTLA)
Metropolitan Land - grandmetropolitan.co.id
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA—Emiten properti PT Metropolitan Land Tbk. menganggarkan belanja modal Rp600 miliar tahun ini untuk menambah cadangan lahan baru dan mengembangkan proyek-proyek baru.

Olivia Surodjo, Direktur dan Sekretaris Perusahaan Metropolitan Land, mengatakan bahwa strategi perseroan untuk bertahan di tengah situasi bisnis properti yang masih lesu adalah dengan mendiversifikasikan produk. Untuk itu, kebutuhan belanja modal perseroan akan diarahkan pada strategi tersebut.

“Metland selalu berusaha diversifikasi produk kita agar tidak link on single demographic. Kita ada proyek-proyek standar yang terus bergulir, tetapi juga mencoba mencari portofolio baru yang untuk diversifikasi,” katanya, Rabu (4/4/2018).

Selain itu, lanjutnya, perseroan juga akan terus melanjutkan strategi penjualan kavling lahan komersial. Oleh karena itu, belanja modal ini akan dialokasikan untuk menambah cadangan lahan baru. Perseroan menargetkan setidaknya bisa mengakuisisi 100 hektare lahan baru dengan dana tersebut.

Olivia mengatakan, penjualan kavling lahan merupakan strategi perseroan yang tidak saja untuk mendapatkan keuntungan dari margin penjualan, tetapi juga meningkatkan nilai tambah produk-produk perseroan.

Pasalnya, kavling lahan komersial umumnya dijual kepada perusahaan-perusahaan tertentu yang akan mengembangkan sejumlah fasilitas komersial di lahan tersebut yang akan mendukung kehidupan masyarakat yang menghuni proyek-proyek hunian perseroan.

Beberapa fasilitas yang dibangun misalnya pom bensin, rumah sakit, sekolah, dan restoran.

Selain itu, emiten dengan kode saham MTLA ini juga tetap mengembangkan dan mempertahankan sejumlah proyek komersial sendiri untuk mendukung stabilitas sumber pendapatan dari sumber pendapatan berulang atau recurring income.

Menurutnya, saat ini kontribusi recurring income terhadap total penjualan perseroan setiap tahun sudah cukup stabil di level 40%. Perseroan akan berupaya untuk mempertahankan level tersebut melalui pengembangan proyek komersial baru. Namun, dirinya masih enggan mengungkapkan rencana proyek komersial selanjutnya.

Tahun lalu, perseroan sudah mengumumkan rencana pengembangan proyek hotel dan villa di Ubud, Bali bertajuk Royal Venya Ubud. Investasi proyek ini mencapai Rp220 miliar di lahan 1,6 hektare. Olivia mengatakan, selain menjual sebagian unit, perseroan mempertahankan sebaian unit villa serta hotel untuk sumber pendapatan berulang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

metropolitan land
Editor : Riendy Astria
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top