Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

IHSG Turun: 2 Kebijakan Pemerintah Ini Dituding Ikut Jadi Pemicu

Campur tangan pemerintah melalui sejumlah kebijakan akhir-akhir ini dituding menjadi sentimen negatif di pasar saham. Akibatnya, pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) terus memerah.
Tegar Arief
Tegar Arief - Bisnis.com 23 Maret 2018  |  13:45 WIB
Pengunjung mengambil gambar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia Jakarta, Senin (22/1). - JIBI/Dwi Prasetya
Pengunjung mengambil gambar pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di Gedung Bursa Efek Indonesia Jakarta, Senin (22/1). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA - Campur tangan pemerintah melalui sejumlah kebijakan akhir-akhir ini dituding menjadi sentimen negatif di pasar saham. Akibatnya, pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) terus memerah.

Ada dua kebijakan yang dikelukan pelaku pasar. Pertama terkait domestic market obligation (DMO) yang menetapkan batas atas harga batu bara US$70 per ton, dan kedua rencana pemerintah menurunkan tarif tol.

"Faktor penurunan IHSG dari dalam negeri adalah market kecewa dengan adanya kebijakan intervensi tersebut. Karena semakin banyak campur tangan pemerintah terhadap market," kata Head of Research MNC Sekuritas Edwin Sebayang kepada Bisnis, Jumat (23/3/2018).

Pengumuman mengenai penurunan jalan tol memang berdampak cukup besar, terutama terhadap harga saham PT Jasa Marga (Persero) Tbk. Menurut Edwin, kebijakan ini juga akan berdampak pada kinerja keuangan perseroan.

Pasalnya, kata Edwin, emiten berkode JSMR itu harus membayar cicilan pokok ke bank serta obligasi, serta tetap harus melanjutkan proyek pembangunan jalan tol yang tentunya membutuhkan dana dalam jumlah besar.

"Yang menjadi kekhawatiran pelaku pasar adalah kebijakan ini akan mempengaruhi cash flow JSMR karena beban usaha mereka juga cukup tinggi," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top