AMII & OJK Kembangkan Reksa Dana Lewat Daring

Asosiasi Manajer Investasi Indonesia (AMII) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berupaya untuk mengembangkan platform media dalam jaringan (daring) dalam memasarkan produk reksa dana.
Tegar Arief | 21 Maret 2018 19:25 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Asosiasi Manajer Investasi Indonesia (AMII) bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus berupaya untuk mengembangkan platform media dalam jaringan (daring) dalam memasarkan produk reksa dana.

Saat ini, pelaku industri reksa dana mulai banyak yang menyasar masyarakat muda dengan kisaran usia 21 tahun hingga 30 tahun sebagai investor. Alhasil, penggunaan teknologi dinilai menjadi penting untuk menarik minat masyarakat.

"Kami terus melakukan pengembangan pasar melalui ecommerce, harapannya dengan platform online ini jumlah investor akan bertambah," kata Ketua AMII Edward P. Lubis di Jakarta, Rabu (21/3/2018).

Selain menyediakan platform daring, para manajer investasi juga terus melakukan berbagai sosialisasi di segala lapisan masyarakat untuk meningkatkan minat investasi.

Deputi Direktur Pengawasan dan Pengembangan Pengelolaan Investasi OJK Halim Haryono menambahkan, hingga saat ini sudah terdapat tujuh perusahaan teknologi finansial (tekfin) yang menjadi pemasar reksa dana.

Untuk memasarkan produk, kata dia, perusahaan tekfin harus mendapatkan izin dari OJK. Adapun jika memfasilitasi transaksi perdagangan atau pembayaran, maka perusahaan tekfin itu juga harus mendapatkan izin dari Bank Indonesia.

"Pengembangan tekfin terus dilakukan dan sampai saat ini yang sudah terdaftar di OJK ada tujuh perusahaan tekfin yang memasarkan reksa dana," ujarnya.

Berdasarkan data Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), per Februari lalu jumlah single investor identification (SID) mencapai 1,1 juta investor. Adapun, jumlah nilai aktiva bersih (NAB) berdasarkan data OJK per akhir Februari lalu tercatat senilai Rp462,68 triliun.

Tag : reksa dana
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top