KINERJA 2017: Kerugian Krakatau Steel (KRAS) Susut 52,41%

Kinerja keuangan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk., terkerek kenaikan harga hot rod coil yang tumbuh signifikan pada 2017.
M. Nurhadi Pratomo | 20 Maret 2018 17:05 WIB
Direktur Utama PT Krakatau Steel Tbk. Mas Wigrantoro Roes Setiyadi (tengah), bertukar naskah dengan Board Director Sango Corporation Hashiguchi Tomoya, disaksikan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto saat penandatanganan kerja sama di Jakarta, Jumat (15/12). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, CILEGON — Kinerja keuangan PT Krakatau Steel (Persero) Tbk., terkerek kenaikan harga hot rod coil yang tumbuh signifikan pada 2017.

Berdasarkan laporan keuangan 2017, pendapatan emiten berkode saham KRAS itu tumbuh 7,76% secara year on year. Nilai tersebut naik US$1,34 miliar pada 2016 menjadi US$1,44 miliar. Laba kotor KRAS tercatat tumbuh 41,16% pada tahun lalu. Perseroan membukukan laba kator US$219,1 juta per 31 Desember 2017.

Selanjutnya, KRAS mencatatkan kenaikan laba operasi 1.055,90% secara yoy. Jumlah yang dikantongi naik dari US$4,4 juta pada periode sebelumnya menjdi US$50,7 juta.

Dengan demikian, korporasi baja pelat merah itu mengurangi rugi bersih sebesar 52,41% secara tahunan. Tercatat, rugi bersih KRAS senilai US$81,7 juta pada 2017. Kerugian yang dibukukan KRAS tercatat turun dalam 3 tahun terakhir. Kerugian pada setiap tahun yakni US$171,69 juta (2016), US$320 juta (2015).

Direktur Utama Krakatau Steel Mas Wigrantoro Roes menjelaskan bahwa salah satu pengerek kinerja perseroan pada tahun ini yakni kenaikan harga baja, khususnya hot rod coil (hrc). Selain itu, dia mengklaim perseroan mampu meningkatkan laba operasi melalui efisiensi yang dijalankan.

“Prospek ini sangat baik untuk peningkatan kinerja pada 2018. Tahun ini, diharapkan Krakatau Steel dapat membukukan kinerja positif,” ujarnya di Cilegon, Selasa (20/3/2018).

Mas menjelaskan harga HRC secara rata-rata naik dari US$450 per metrik ton (/mt) pada 2016 menjadi US$597/mt. Kondisi tersebut menambah tebal pendapatan yang dikantongi perseroan.

Kendati demikian, total volume penjualan baja KRAS pada 2017 turun 300 ribu ton dibandingkan dengan periode 2016. Jumlah penjualan baja perseroan tercatat sebanyak 1,9 juta ton.

Manajemen menjelaskan turunnya volume penjualan tahun lalu akibat overhaul yang dilakukan pada Mei 2017. Selain itu, penjualan terhenti memasuki libur Lebaran sehingga menahan laju pertumbuhan selama kurang lebih dua bulan.

Tag : krakatau steel
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top