Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemegang Saham Buana Lintas Lautan (BULL) Setujui Rights Issue

Pemegang saham PT Buana Lintas Lautan Tbk. menyetujui rencana perusahaan untuk penambahan modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue dengan target incaran dana mencapai Rp650 miliar.
Dara Aziliya
Dara Aziliya - Bisnis.com 20 Maret 2018  |  16:05 WIB
Karyawan melintas di antara monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16/3/2018). - ANTARA/Sigid Kurniawan
Karyawan melintas di antara monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (16/3/2018). - ANTARA/Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA – Pemegang saham PT Buana Lintas Lautan Tbk. menyetujui rencana perusahaan untuk penambahan modal dengan memberikan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue dengan target incaran dana mencapai Rp650 miliar.

Kesepakatan tersebut diketok pada Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) perseroan yang dilaksanakan Selasa (20/3/2018). Emiten dengan kode saham BULL tersebut berencana menerbitkan 2,6 miliar lembar saham baru dan 1,69 miliar lembar waran.

Manajemen menyebut rencana penambahan modal dengan memberikan HMETD akan memengaruhi kondisi keuangan perseroan secara positif, yaitu antara lain meningkatkan kemampuan perseroan untuk mengembangkan usaha dengan adanya tambahan investasi, kas dan/atau aset tetap maupun bergerak.

Rencana rights issue tersebut juga akan berpengaruh terhadap pemegang saham, yang mana para pemegang saham yang tidak melaksanakan haknya untuk melakukan pembelian saham baru akan terdilusi hingga sebanyak-banyaknya 34,88% (tiga puluh empat koma delapan puluh delapan persen) setelah dilaksanakannya HMETD.

Direktur Utama PT Buana Lintas Lautan Tbk. Wong Kevin mengatakan bahwa perseroan masih mempertimbangkan penggunaan dana tersebut secara spesifik. Kendati demikian, secara umum, dana tersebut akan digunakan untuk operasional perusahaan.

“Nilai obligasinya up to Rp650 miliar. Rencananya akan kami gunakan untuk pengembangan anak usaha, modal kerja, dan mungkin untuk pembayaran utang. Ini masih akan kami kaji lagi,” ungkap Kevin usai melaksanakan RUPS di Jakarta, Selasa (20/3/2018).

Kevin menjelaskan perusahaan juga tengah mengkaji belanja armada pada tahun ini. Menurutnya, perusahaan akan fokus memenuhi standar angkutan laut yang berstandar nasional dan domestik, sehingga dapat menjajaki peluang baik di dalam maupun luar negeri.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

right issue
Editor : Riendy Astria

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!
To top