BINAARTHA SEKURITAS: IHSG Kembali Berbalik Terkoreksi di Awal Pekan Ini

Binaartha Sekuritas memprediksi IHSG akan kembali terkoreksi, meskipun telah ditutup dengan penguatan dalam sesi perdagangan akhir pekan kemarin.
Mia Chitra Dinisari | 26 Februari 2018 05:10 WIB
Karyawan melintas di dekat monitor pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (12/2/2018). - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA - Binaartha Sekuritas memprediksi IHSG akan kembali terkoreksi, meskipun telah ditutup dengan penguatan dalam sesi perdagangan akhir pekan kemarin.

Analis Muhammad Nafan Aji Gusta mengatakan IHSG berhasil ditutup menguat 0,41% di level 6.619,804 pada 23 Februari 2018.

Berdasarkan daily pivot dari Bloomberg, support pertama dan kedua berada pada level 6.599,139 dan 6.578,473. Sementara itu, resistance pertama dan kedua berada pada level 6.648,866 dan 6.679,927.

Berdasarkan indikator daily, MACD telah membentuk pola dead cross di area positif. Sementara itu, Stochastic dan RSI sudah berada di area netral.

Sebelumnya, terlihat pola three black crows candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi koreksi wajar pada pergerakan indeks saham.

"Dengan demikian, IHSG akan menuju ke area support pada level 6.599 dan 6.578," tulisnya dalam riset.

Adapun sejumlah rekomendasi saham yang dapat menjadi pertimbangan investor, antara lain sebagai berikut.

BSDE, Daily (1770) (RoE: 11.27%; PER: 11.04x; PBV: 1.25x; Beta: 1.92):* Saat ini, harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish homing pigeon candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 1750 – 1780, dengan target harga secara bertahap di level 1810, 1875, 2030 dan 2190. Support: 1720.

*INDF, Daily (7625) (RoE: 9.34%; PER: 15.35x; PBV: 1.43x; Beta: 0.88):* Sementara itu, terlihat pola bullish stick sandwich candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada area level 7600 – 7650, dengan target harga secara bertahap di level 7800, 7950, 8125, 8550 dan 8975. Support: 7600 & 7475.

*JSMR, Daily (5425) (RoE: 11.98%; PER: 18.00x; PBV: 2.14x; Beta: 0.93):* Saat ini, terlihat pola tweezer bottom candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. “Akumulasi Beli” pada area level 5400 - 5450, dengan target harga secara bertahap di level 5775, 6050, 6300 dan 6600. Support: 5400 & 5275.

*PPRO, Daily (188) (RoE: 7.55%; PER: 31.78x; PBV: 2.40x; Beta: N/A):* Saat ini, harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish dragonfly doji candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli. Sementara itu, indikator RSI sudah menunjukkan jenuh jual. “Akumulasi Beli” pada area level 186 – 189, dengan target harga secara bertahap secara bertahap di level 202, 224, 256 dan 266. Support: 174.

*SCMA, Daily (2620) (RoE: 29.49%; PER: 26.23x; PBV: 7.75x; Beta: 0.71):* Saat ini, harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola tweezer bottom candlestick pattern yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada area level 2600 – 2630, dengan target harga secara bertahap di level 2740, 2800, 2890 dan 3000. Support: 2470.

*SRIL, Daily (340) (RoE: 16.38%; PER: 7.44x; PBV: 1.22x; Beta: -0.28):* Saat ini, harga masih bertahan di atas garis bawah dari bollinger dan terlihat pola bullish inverted hammer candle yang mengindikasikan adanya potensi stimulus beli pada pergerakan harga saham. “Akumulasi Beli” pada area level 336 – 342, dengan target harga secara bertahap di level 362, 396 dan 428. Support: 330.

Tag : IHSG
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top