2018, Kimia Farma (KAEF) Targetkan 200 Gerai Ritel dan Apotek Baru

PT Kimia Farma (Persero) Tbk. berencana menambah 200 gerai ritel farmasi dan apotek pada 2018 seiring dengan target pertumbuhan penjualan 15% yang ditargetkan perseroan.
M. Nurhadi Pratomo | 20 Februari 2018 08:18 WIB
Konsumen melakukan transaksi di salah satu apotek Kimia Farma. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA— PT Kimia Farma (Persero) Tbk. berencana menambah 200 gerai ritel farmasi dan apotek pada 2018 seiring dengan target pertumbuhan penjualan 15% yang ditargetkan perseroan.

Direktur Utama Kimia Farma Honesti Basyir menjelaskan bahwa saat ini perseroan memiliki 11.000 ritel farmasi, 1.000 apotek, 450 klinik, dan 50 laboratorium diagnostik. Rencananya, perusahaan bakal menambah sejumlah gerai pada 2018.

“Untuk ritel farmasi dan apotek akan nambah sekitar 200 lagi,” paparnya saat ditemui di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Jakarta, Senin (19/2/2018) malam.

Honesti mengklaim bahwa pertumbuhan ritel farmasi berbanding terbalik dengan ritel pada umumnya yang mengalami penurunan pada 2017. Tahun lalu, perseroan justru melakukan penambahan gerai ritel farmasi.

Untuk 2018, sambungnya, emiten berkode saham KAEF itu menargetkan pertumbuhan penjualan 10%-15%. Salah satu faktor yang akan mendongkrak kinerja pada tahun ini yakni volume permintaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) yang kian meningkat.

Berdasarkan data per Januari 2018, dia mengklaim penjualan tumbuh hingga 15% secara year on year. Permintaan terbesar pada awal tahun ini berasal dari segmen reguler.

Honesti menjelaskan bahwa pesanan pada periode Januari biasanya lebih rendah dibandingkan dengan bulan-bulan berikutnya. Pasalnya, pesanan dari pemerintah baru akan masuk setelah kuartal I dan mencapai puncaknya pada kuartal IV.

Dia menambahkan sepanjang 2017 bisnis farmasi masih menjadi kontributor terbesar bagi pendapatan perusahaan dengan persentase 85%.

“Dengan demikian kami optimistis target penjualan 2018 bisa tercapai,” jelasnya.

Di sisi lain, KAEF juga membidik pertumbuhan organik dari lini bisnis kosmetik. Penjualan di sektor tersebut diproyeksikan menembus 20% pada tahun ini.

Direktur Keuangan Kimia Farma I.G.N Suharta Wijaya sebelumnya mengungkapkan bahwa perusahaan membukukan laba bersih Rp331 miliar berdasarkan prognosis atau laporan keuangan 2017 yang belum diaudit. Jumlah itu meningkat 21,69% dibandingkan dengan pencapaian pada 2016 senilai Rp272 miliar.

Suharta menjelaskan bahwa pencapaian tersebut berkat efisiensi yang dilakukan oleh emiten berkode saham KAEF tersebut. Perseroan menekan harga pokok produksi (HPP) dengan mengefisienkan pengeluaran produksi di pabrik, distribusi atau supply chain, serta penjualan eceran.

Selain pertumbuhan laba bersih, perusahaan pelat merah tersebut juga mencatatkan kenaikan pendapatan usaha secara year on year. Tercatat, pendapatan usaha naik dari Rp5,81 triliun pada 2016 menjadi Rp6,21 triliun pada 2017.

Akan tetapi, tercatat kenaikan utang usaha pada tahun ini. Posisi utang KAEF naik dari 2,34 triliun menjadi Rp3,48 triliun.

Tag : kimia farma
Editor : Riendy Astria

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top