EMITEN PROPERTI: Bumi Serpong Damai (BSDE) Incar Peningkatan Recurring Income

Emiten properti PT Bumi Serpong Damai Tbk. akan gencar mengakuisisi dan membangun menara kantor dan malBE baru untuk mengejar target kontribusi pendapatan berulang per tahun mencapai 25% dalam 5 tahun ke depan.
Emanuel B. Caesario
Emanuel B. Caesario - Bisnis.com 18 Februari 2018  |  20:23 WIB
EMITEN PROPERTI: Bumi Serpong Damai (BSDE) Incar Peningkatan Recurring Income
Direktur PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) Hermawan Wijaya (kiri), bersama Managing Director Sinarmas Land Donny Rahajoe (kanan) , mendengarkan pembicaraan Corporate Strategic and Services Sinarmas Land Ishak Chandra, selepas Sinarmas Land Outlook di Jakarta, Selasa (13/2). - JIBI/Endang Muchtar

Bisnis.com, JAKARTA—Emiten properti PT Bumi Serpong Damai Tbk. akan gencar mengakuisisi dan membangun menara kantor dan mal baru untuk mengejar target kontribusi pendapatan berulang per tahun mencapai 25% dalam 5 tahun ke depan.

Hermawan Wijaya, Direktur Bumi Serpong Damai, mengatakan bahwa tahun lalu kontribusi segmen properti investasi penyumbang pendapatan berulang atau reccuring income perseroan baru sekitar 17%-20%. Dalam 5 tahun ke depan, perseroan ingin meningkatkannya menjadi 20%-25% per tahun.

Hermawan mengatakan, ada dua segmen properti utama yang akan menjadi andalan untuk mengejar target ini, yakni ruang perkantoran dan ruang ritel. Pada Januari 2017 lalu, emiten dengan kode saham BSDE ini baru saja menuntaskan akuisisi 13 lantai seluas 17.000 m2 di Bakrie Tower, Kuningan, Jakarta Selatan.

Per Januari 2018, tingkat okupansinya baru 23% dengan rata-rata harga sewa Rp300.000/m2/bulan. Perseroan menargetkan pada 2019 okupansinya sudah mencapai 100%.

Tahun lalu, perseroan juga sudah mengakuisisi MSIG Tower di Jl. Jend. Sudirman, Jakarta Pusat. Menara kantor 47 tingkat tersebut memiliki luas lantai bruto 72.864 m2, sementara luas area sewa bersih 68.525 m2.

Ruang kantor ini disewakan senilai Rp260 ribu/m2/bulan dan tingkat okupansinya baru 40% tahun lalu. Menara kantor ini pun ditargetkan terisi seluruhnya pada 2019 mendatang.

“Target 20%-25% kontribusi reccuring income itu adalah untuk 5 tahun dan tergantung sekali sama sales development kita. Target itu bisa kita capai dari peningkatkan okupansi dua proyek itu dan proyek lain,” katanya pekan lalu.

Hermawan mengatakan, target tersebut bisa dicapai melalui strategi organik yakni peningkatan kapasitas proyek yang ada, atau secara anorganik melalui akuisisi langsung. BSDE saat ini tengah mengincar unit menara perkantoran lainnya untuk diakusisi, tetapi dirinya masih enggan mengungkapkan identitasnya.

Hermawan mengatakan, BSDE tetap yakin dengan prospek bisnis perkantoran di Jakarta, meskipun akhir-akhir ini bisnis ini cukup terpukul akibat lesunya permintaan sementara pasokan justru berlebih.

Menurutnya, BSDE sudah menyiapkan strategi khusus di bisnis perkantoran yang mengantisipasi tren zaman, sehingga perseroan optimis bisnis yang dijalankan akan tetap berkinerja positif.

“Kita sudah prepare [strateginya], kita masih percaya office sepanjang pertumbuhan ekonomi Indonesia masih baik. Saya dan perusahaan masih percaya pada prospek office makanya kami tetap investasi di office,” katanya.

Ishak Chandra, CEO Corporate Strategy & Services Sinar Mas Land, mengatakan bisnis perkantoran masa depan akan beralih pada model co-working space. Hal tersebut sudah mulai terjadi 5 tahun terkahir dan akan terus berkembang.

Ruang kantor yang konvensional di masa mendatang akan lebih banyak disewa oleh perusahaan-perusahaan di bidang e-commerce dan teknologi informasi. Sementara itu, permintaan-permintaan baru akan lebih banyak pada ruang kantor shareable atau berbasis komunitas.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bumi serpong damai

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top