Produsen Terbesar China Stop Produksi, Harga Tembaga Menguat

Jiangxi Copper Co mengentikan output tembaga pada Selasa (26/12/2017) lantaran mendapat perintah pemberhentian dari pemerintah daerah. Hal ini menyebabkan pasokan akan semakin menipis, sementara harga kian terangkat.
Eva Rianti
Eva Rianti - Bisnis.com 27 Desember 2017  |  11:05 WIB
Produsen Terbesar China Stop Produksi, Harga Tembaga Menguat
Ilustrasi kawat tembaga. - Bloomberg/Andrey Rudakov

Bisnis.com, JAKARTA – Jiangxi Copper Co mengentikan output tembaga pada Selasa (26/12/2017) lantaran mendapat perintah pemberhentian dari pemerintah daerah. Hal ini menyebabkan pasokan akan semakin menipis, sementara harga kian terangkat.

Dilansir dari Bloomberg, Jiangxi Copper Co, produsen tembaga terbesar China menghentikan semua output di provinsi tersebut setelah pemerintah daerah memerintahkan pembatasan untuk mengurangi polusi.

Hal itu disampaikan pada Selasa (26/12/2017) oleh seorang pejabat perusahaan yang meminta untuk tidak diidentifikasi karena peraturan perusahaan.

“Pabrik peleburan tersebut menerima perintah pada Senin malam (25/12/2017) untuk menghentikan produksi setidaknya seminggu sebelum melakukan penilaian lebih lanjut berdasarkan tingkat polusi lokal,” katanya.

China mengintensifkan kampanyenya melawan polusi udara dengan menghentikan aktivitas pabrik pada musim dingin di 28 kota di Utara China.

Adapun hal itu berpengaruh langsung terhadap pasar tembaga global lantaran Negeri Tirai Bambu merupakan produsen tembaga terbesar di dunia yang menghasilkan hingga 30% dari total produksi global.

Menurut World Bank, pada 2016, China berkontribusi sebanyak 8,44 juta ton tembaga dari total sebanyak 23,32 juta ton. Sementara Jianxi Copper Co. menghasilkan sekitar 12% dari total produksi China sebesar 1,02 juta ton.

Perusahaan ini tengah melakukan pembicaraan dengan pemerintah setempat untuk meminimalkan kerugian dengan hanya menghentikan peleburan dan tidak menghentikan operasi pengilangan (refining).

Sebelumnya, Tongling Nonferrous Metals Group Co, produsen tembaga terbesar kedua di Negeri Panda mengatakan pada awal bulan ini bahwa pihaknya menghentikan 30% kapasitas peleburan di pusat produksi utamanya di Provinsi Anhui Timur setelah mendapat perintah serupa.

Akibat kendala pasokan dari sejumlah produsen tembaga, harga tembaga melanjutkan rally dari penutupan tertinggi dalam dua bulan seiring dengan menguatnya permintaan global.

Tembaga di Shanghai melonjak hingga 0,8% menjadi 55.160 yuan (US$8.417) per ton pada perdagangan Selasa kemarin. sementara di London Metal Exchange, harga tembaga naik 39 poin atau 0,55% menjadi US$7.136 per ton pada perdagangan Rabu (27/12/2017), level tertinggi dalam dua bulan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
komoditas tembaga

Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top