Forum Negara Pengekspor Harus Pangkas Produksi Gas Alam

Menteri energi Rusia Alexander Novak dalam Forum Negara Pengekspor Gas/ Gas Exporting Countries Forum (GECF) mengatakan, pasokan gas global saat ini melebihi permintaan, sehingga menyebabkan penurunan harga.
Eva Rianti | 28 November 2017 11:15 WIB
Ilustrasi - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA – Menteri energi Rusia Alexander Novak dalam Forum Negara Pengekspor Gas/ Gas Exporting Countries Forum (GECF) mengatakan, pasokan gas global saat ini melebihi permintaan, sehingga menyebabkan penurunan harga.

Karena itu, GECF dirasa perlu membuat kesepakatan terhadap pasar gas alam, layaknya yang dilakukan OPEC terhadap pasar minyak mentah.

Pada perdagangan Selasa (28/11) pukul 10.53 WIB, harga gas alam kontrak pengiriman naik 0,02 poin atau 0,75% menjadi US$2,95 per million British Thermal Unit (MMbtu). Namun, secara year to date (ytd), harga melesu 20,78%.

Harga gas telah anjlok lebih dari 80% dalam dekade terakhir dan tetap berada di bawah tekanan lantaran meningkatnya pasokan gas serpih dan meningkatnya ketersediaan gas alam cair/ Liquified Natural Gas (LNG).

“Kelebihan pasokan gas alam saat ini membawa risiko memasuki situasi krisis yang sama seperti di pasar minyak mentah,” kata Novak.

Novak menuturkan bahwa ancaman terhadap harga gas global menggarisbawahi pentingnya kontrak pasokan jangka panjang di mana produsen dapat memperoleh harga yang stabil selama bertahun-tahun daripada tunduk pada pasang surut pasar.

GECF mencakup negara Qatar, Iran, Rusia, dan Venezuela dimodelkan setelah Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC) yang dua belas negara anggotanya mengelola pasokan minyak untuk mengendalikan pasar.

Negara-negara anggota GECF telah menyerukan peningkatan kerja sama untuk mempertahankan pasar gasnya, namun belum menerapkan batas produksi, seperti pembatasan produksi yang telah dilakukan OPEC untuk menaikkan harga minyak mentah dunia.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
gas alam

Sumber : Reuters
Editor : Pamuji Tri Nastiti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top