Indomitra Sekuritas: Pasar Obligasi Menguji Level Resistan

Indomitra Sekuritas menilai uji resistensi mungkin akan menjadi hal yang paling sulit saat ini di pasar obligasi.
Emanuel B. Caesario | 22 November 2017 10:43 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--Indomitra Sekuritas menilai uji resistensi mungkin akan menjadi hal yang paling sulit saat ini di pasar obligasi.

Maximilianus Nico Demus, Kepala Divisi Riset Indomitra Sekuritas, mengatakan bahwa pagi ini pasar obligasi diperkirakan akan dibuka melemah dengan potensi flat hingga melemah terbatas.

Pelemahan ini datang dari gagalnya uji resistensi untuk menembus batas atas obligasi, ditambah dengan semakin terbatasnya ruang penguatan, yang justru saat ini menimbulkan tanda penurunan.

"Apabila penurunan hari ini melebihi 50 basis poin, maka akan terkonfirmasi dengan pasti bahwa pasar obligasi akan mengalami penurunan kembali," katanya dalam riset harian, Rabu (22/11/2017).

Nico mengatakan, fokus berikutnya adalah tetap mengumpulkan obligasi jangka pendek untuk saat ini untuk meredam volatilitas yang mungkin terjadi pada bulan depan, sembari bersiap untuk membeli obligasi jangka panjang diharga terendah.

"Kami merekomendasikan jual hari ini dengan volume kecil secara bertahap, serta fokus terhadap strategi jangka pendek," katanya.

Adapun, kemarin total transaksi turun, tetapi total frekuensi naik dibandingkan hari sebelumnya ditengah hadirnya lelang sukuk kemarin.

Total transaksi didominasi oleh obligasi berdurasi 3 – 5 tahun, diikuti dengan 10 – 15 tahun dan 7 – 10 tahun. Sisanya merata disemua tenor hingga lebih dari 25 tahun.

Para pelaku pasar dan investor cukup aktif mengikuti lelang yang diadakan pemerintah kemarin, meskipun antusiasnya tidak seperti lelang yang sebelumnya. Namun, pemerintah mampu menyerap dari target indikatifnya yang sebesar Rp5 triliun.

Pergerakan obligasi kemarin pun tidak banyak berubah, sehingga pasar obligasi kemarin cenderung flat.

Tag : Obligasi, surat utang negara
Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top