Adhi Karya (ADHI) Kantongi Kontrak Baru Rp31,6 Triliun

Korporasi konstruksi dan investasi milik negara, PT Adhi Karya (Persero) Tbk., mengantongi kontrak baru senilai Rp31,6 triliun sampai Oktober 2017.
Yodie Hardiyan | 20 November 2017 13:55 WIB
Pekerja beraktivitas di proyek yang dikerjakan PT Adhi Karya. - JIBI/Nurul Hidayat

Bisnis.com, JAKARTA -- Korporasi konstruksi dan investasi milik negara, PT Adhi Karya (Persero) Tbk., mengantongi kontrak baru senilai Rp31,6 triliun sampai Oktober 2017.

Sekretaris Perusahaan Adhi Karya Ki Syahgolang Permata menyatakan perolehan kontrak baru itu termasuk kontrak dari proyek kereta ringan (light rail transit/LRT) Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi fase I.

“Realisasi perolehan kontrak baru di Oktober 2017, antara lain Hotel Zaraza Malang senilai Rp594 miliar, Skypark Bandung Rp308 miliar melalui anak perusahaan PT APG dan Bendung Batang Bayang senilai Rp147 miliar,” katanya dalam keterangan tertulis, Senin (20/11).

Menurutnya, kontribusi per lini bisnis pada perolehan kontrak baru pada Oktober 2017 didominasi oleh lini bisnis konstruksi dan energi sebesar 96,1% dan sisanya merupakan lini bisnis lainnya.

Sementara itu, berdasarkan segmentasi sumber dana, realisasi kontrak baru terdiri dari pemerintah tercatat 73,8%, BUMN sebesar 13,6%, sementara swasta atau lainnya sebanyak 12,6%.

“Sedangkan pada tipe pekerjaan, perolehan kontrak baru terdiri dari proyek jalan, jembatan dan LRT sebanyak 68,3%, proyek gedung sebanyak 23,7%, serta proyek infrastruktur lainnya sebesar 8%,” paparnya.

Seperti diketahui, Adhi Karya menggarap proyek prasarana LRT berdasarkan Peraturan Presiden No.98/ 2015 beserta perubahannya sejak 2015 dengan nilai proyek sebesar Rp21,7 triliun (termasuk pajak). telah dilaksanakan pembangunan prasarana kereta api.

LRT Jabodebek itu terdiri dari lintas pelayanan 1 dengan ruas Cawang-Cibubur, lintas pelayanan 2 dengan ruas Cawang-Kuningan-Dukuh Atas dan lintas pelayanan 3 dengan ruas Cawang-Bekasi Timur

“Sampai dengan saat ini progress pelaksanaan pembangunan prasarana LRT wilayah Jabodebek telah mencapai 23,4%,” papar Ki.

Untuk perkembangan masing-masing lintas pelayanan yaitu Cawang-Cibubur sebesar 42,2%, Cawang-Kuningan-Dukuh Atas 9,6% dan Cawang-Bekasi Timur 24,6% Perkembangan pelaksanaan pembangunan prasarana LRT Jabodebek direncanakan selesai pada 2019.

Sebagai gambaran, perusahaan membukukan laba bersih Rp205,07 miliar selama Januari--September 2017 atau meningkat 78% dibandingkan dengan Rp115,18 miliar pada periode yang sama 2016.

Perusahaan membukukan peningkatan pendapatan sebesar 53% menjadi Rp8,7 triliun sampai 30 September 2017 dibandingkan dengan Rp5,69 triliun pada periode yang sama 2016.

Seiring peningkatan pendapatan, beban pokok pendapatan perusahaan meningkat 50% menjadi Rp7,7 triliun sampai kuartal III/2017 dibandingkan dengan Rp5,13 triliun sampai kuartal III/2016.

Dengan pencapaian itu, laba kotor Adhi Karya mencapai Rp1,01 triliun sampai kuartal III/2017 atau meningkat 82% dibandingkan dengan Rp555,22 miliar sampai kuartal III/2016.

Selain itu, bagian laba ventura bersama yang dicatatkan oleh Adhi Karya juga melonjak drastis lebih dari 300% menjadi Rp119,14 miliar sampai kuartal III/2017 dibandingkan dengan Rp26,69 miliar sampai kuartal III/2016.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
adhi karya, bumn

Editor : Ana Noviani

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top