Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

CALON GUBERNUR THE FED: Jerome Powell Poles Prospek Emas

Harga emas diperkirakan akan naik jika kursi Gubernur The Fed jatuh kepada Jerome Powell yang cenderung berkebijakan dovish. Diproyeksikan harga emas menguat hingga kembali mencapai level US$1.300 per troy ounce dalam sepekan.
Eva Rianti
Eva Rianti - Bisnis.com 02 November 2017  |  20:40 WIB
CALON GUBERNUR THE FED: Jerome Powell Poles Prospek Emas
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Harga emas diperkirakan akan naik jika kursi Gubernur The Fed jatuh kepada Jerome Powell yang cenderung berkebijakan dovish. Diproyeksikan harga emas menguat hingga kembali mencapai level US$1.300 per troy ounce dalam sepekan.

Pada perdagangan Kamis (2/11) pukul 19.10 WIB, harga emas Spot kontrak pengiriman Oktober 2018 melemah 0,04 poin atau 0,00% menjadi US$1.274,62 per troy ounce. Sebelumnya, harga ditutup menguat pada level US$1.275,83 per troy ounce.

Sementara itu, harga emas Comex kontrak pengiriman Desember 2017 melemah 0,80 poin atau 0,06% menuju US$1.276,50 per troy ounce. Sebelumnya, harga ditutup menguat pada level US$1.275,90 per troy ounce.

Direktur Utama PT Garuda Berjangka Ibrahim mengatakan, pengumuman hasil pemilihan Gubernur The Fed yang akan diumumkan pada malam hari ini membuat harga emas berfluktuasi. Sepanjang hari ini, emas terpantau sempat menguat dan berbalik terkoreksi.

Ibrahim memaparkan, saat ini pasar tengah memperhatikan pengumuman pemilihan Gubernur The Fed yang condong memilih Jerome Powell. Powell terkenal memiliki kebijakan yang dovish sehingga akan membuat dolar melemah dan berimbas pada kenaikan harga emas.

“Proyeksi saya jika Powell benar-benar terpilih, sekitar malam ini hingga sepekan ke depan, harga emas akan menguat pada level US$1.300 per troy ounce,” kata Ibrahim kepada Bisnis, Kamis (2/11).

Berkebalikan, Ibrahim menambahkan, jika Taylor yang terkenal berkebijakan hawkish yang terpilih, maka dolar akan menguat dan berimbas pada perlemahan harga emas. Jika hal ini terjadi, Ibrahim memproyeksikan harga emas berkisar pada level US$1.190 –US$1.200 per troy ounce dalam sepekan ini.

“Sementara itu, untuk proyeksi akhir tahun, saya perkirakan, harga emas akan berada pada level US$1.250 per troy ounce lantaran pasar kembali memperhatikan kenaikan suku bunga The Fed,” lanjutnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

emas komoditas logam mulia
Editor : Ana Noviani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top