Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

SMDR Segera Tuntaskan Akuisisi Terminal

Saat ini, bisnis terminal Samudera Indonesia dioperasikan anak uasha PT Samudera Terminal Indonesia (STI), perusahaan yang baru dibentuk tahun lalu dari inbreng tiga anak usaha. Aset STI per September 2017 mencapai US$84,68 juta. Adapun, portofolio terminal yang dikelola Samudera Indonesia saat ini mencapai 4 terminal, tiga berlokasi di Jakarta dan satu di Samarinda.
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 01 November 2017  |  17:57 WIB
Ilustrasi - Bisnis
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.conm, JAKARTA -- PT Samudera Indonesia Tbk. tengah menuntaskan akusisi sebuah terminal, yang akan melengkapi portofolionya menjadi lima terminal di dalam struktur bisnisnya.

Direktur Samudera Indonesia, Bani Mulia mengatakan tahapan akuisisi telah mencapai 90%. Diperkirakan penyelesaian proses bisa selesai pada akhir 2017 atau awal 2018. "Awalnya kami ekspektasi bisa selesai di first half, tapi ternyata prosesnya terus berlanjut," ujarnya kepada Bisnis.com, Rabu (1/11/2017).

Bani enggan mengungkap lokasi terminal yang menjadi target akuisisi. Namun, dia menyebut terminal yang akan dicaplok memiliki panjang dermaga 600 meter. Kapasitas terminal juga hampir sepadan dengan kapasitas Terminal Palaran yang dikelola perseroan di Samarinda.

Dalam catatan Bisnis, perluasan usaha di segmen terminal pernah diungkap pada 2016. Saat itu, Samudera Indonesia tengah dalam penjajakan untuk mengakuisisi terminal berkapasitas 250.000 TEUS. Perusahaan bersandi saham SMDR itu fokus mengincar terminal di kota lapis kedua dengan kapasitas di bawah 1 juta TEUs.

Saat ini, bisnis terminal Samudera Indonesia dioperasikan anak uasha PT Samudera Terminal Indonesia (STI), perusahaan yang baru dibentuk tahun lalu dari inbreng tiga anak usaha. Aset STI per September 2017 mencapai US$84,68 juta. Adapun, portofolio terminal yang dikelola Samudera Indonesia saat ini mencapai 4 terminal, tiga berlokasi di Jakarta dan satu di Samarinda.

Di sisi lain, Samudera Indonesia masih optimistis bisa memenuhi target pendapatan sepanjang tahun ini sebanyak US$432,76 juta. Dalam sembilan bulan 2017, Samudera Indonesia meraup pendapatan sebanya US$316,67 juta ata tumbuh 4% secara tahunan.

Bani mengatakan, perolehan pendapatan di sisa tiga bulan 2017 bakal disumbang pendapatan uang tambang yang menyumbang 59% terhadap total pendapatan. Pendapatan dari uang tambang per September 2017 mencapai US$186,74 juta atau tumbuh 13,46%.

Menurut Bani, di paruh kedua 2017, perseroan mulai menikmati kenaikan tarif setelah pada paruh pertama terjadi perang harga di antara perusahaan pelayaran. Tren kenaikan tarif diharapkan bisa menyokong perolehan pendapatan Samudera Indonesia hingga penghujung 2017.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pelindo iii smdr
Editor : Fajar Sidik
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top