Bisnis Makanan Lesu, HERO Masih Bisa Untung

Tekanan di bisnis makanan sedikit menurunkan kinerja PT Hero Supermarket Tbk. pada sembilan bulan tahun ini. Walau bnegitu, perseroan mampu tetap mencatatkan kinerja positif berkat pertumbuhan bisnis Guardian dan IKEA.
Emanuel B. Caesario
Emanuel B. Caesario - Bisnis.com 27 Oktober 2017  |  21:15 WIB
 Bisnis Makanan Lesu, HERO Masih Bisa Untung
Gerai Hero Supermarket - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA—Tekanan di bisnis makanan sedikit menurunkan kinerja PT Hero Supermarket Tbk. pada sembilan bulan tahun ini. Walau bnegitu, perseroan mampu tetap mencatatkan kinerja positif berkat pertumbuhan bisnis Guardian dan IKEA.

Pada sembilan bulan tahun ini, emiten dengan kode saham HERO ini mencatatkan pendapatan bersih Rp9,96 triliun, turun 5% dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp10,47 triliun.

Stephane Deutsch, Presiden Direktur HERO, mengatakan bahwa kinerja perseroan mengalami dampak negatif dari penurunan penjualan di bisnis makanan yang berlanjut di kuartal ketiga sesudah momen perayaan Idul Fitri.

Penjualan di bisnis makanan turun 8% menjadi Rp8,34 triliun disebabkan penjualan -like-for-like yang negatif dan penutupan toko dengan kinerja yang lemah di segmen supermarket dan hipermarket.

Kendati begitu, upaya efisiensi perseroan cukup efektif sepanjang tahun ini sehingga mampu mengerek kinerja laba lebih baik.

Di sisi lain, berbeda dengan bisnis makanan, penjualan di Guardian dan IKEA berjalan baik dan membukukan penjualan dan pertumbuhan laba yang kuat.

Penjualan di Guardian dan IKEA tumbuh 13% menjadi Rp1,62 triliun, dibandingkan Rp1,44 triliun di tahun sebelumnya, terutama didorong oleh kinerja like-for-like yang kuat.

Laba operasional perseroan pun membaik didukung profitabilitas Guardian dan IKEA yang lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. Laba usaha perseroan meningkat 100% dari Rp25 miliar menjadi Rp77 miliar.

Perseroan mencatat laba bersih sebesar Rp70 miliar, naik 57% dari Rp45 miliar pada periode yang sama tahun 2016. Per tanggal 30 September 2017, Perseroan memiliki kas bersih sebesar Rp60 miliar.

“Di bisnis makanan, persaingan semakin ketat disebabkan operator minimarket terus melakukan investasi besar dalam pengembangan jaringan usahanya,” ungkapnya melalui siaran pers, Jumat (27/10/2017).

Menurutnya, perseroan tidak tinggal diam menyikapi hal tersebut. Beberapa inisiatif untuk memperbaiki kinerja bisnis makanan sedang berlangsung termasuk mengkaji strategi promosi dan penetapan harga antarformat, memperbaiki tingkat pelayanan pemasok, dan memperbaiki distribusi rantai pasok untuk meningkatkan ketersediaan stok di toko.

Sebuah tinjauan strategis yang lebih luas sedang dilakukan untuk memperkuat rencana pertumbuhan masa depan di bisnis makanan.

Di Giant, toko Giant Ekstra kedua di kota Malang telah dibuka. Di Hero Supermarket, perencanaan sedang dilakukan untuk merevitalisasi toko sebagai respons terhadap hasil yang memuaskan dari renovasi toko percontohan yang dibuka awal tahun ini.

Guardian mendapatkan manfaat berkelanjutan dari program rasionalisasi toko berkinerja lemah pada tahun 2016.

Fokus yang lebih besar pada segmen kecantikan telah bersinergi dengan pelanggan, kategori ini telah mendorong sebagian besar pertumbuhan tahun ini. Usaha dalam memperkuat jangkauan secara lebih luas terus berlanjut sebagai respons dari bisnis yang semakin responsif terhadap kebutuhan pelanggan.

Di IKEA, kinerja penjualan meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Katalog IKEA yang baru, dengan fokus pada konsep ruang tamu, diluncurkan pada bulan September dan telah diterima dengan baik oleh pelanggan.

Aktivitas perdagangan online IKEA terus berkembang seiring dengan IKEA E-commerce Distribution Point yang dibuka di Surabaya untuk mendukung pertumbuhan penjualan online di masa depan.

Per 30 September 2017, perseroan mengoperasikan 450 toko, sedikit berubah dari akhir tahun sebelumnya; terdiri dari 57 Giant Ekstra, 108 Giant Ekspres, 32 Hero Supermarket, 2 Giant Mart, dan 250 toko Guardian, serta satu toko IKEA.

“Kondisi perdagangan saat ini diperkirakan akan tetap sama sampai akhir tahun ini. Dengan melihat kondisi perdagangan yang masih tetap menantang di bisnis makanan, perseroan sedang melakukan tinjauan strategis untuk mendukung profitabilitas jangka panjang bagi perusahaan,” ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
hero supermarket

Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top