Kemenkeu: Penerbitan Euro Bond Akan Diundur, Ini Alasannya

Kementerian Keuangan menyatakan penerbitan Surat Utang dalam bentuk valuta asing yakni Euro bond kemungkinan akan diundur hingga Agustus mendatang.
Dewi Aminatuz Zuhriyah | 22 Juni 2017 10:55 WIB

Bisnis.com, JAKARTA-- Kementerian Keuangan menyatakan penerbitan Surat Utang dalam bentuk valuta asing yakni Euro bond kemungkinan akan diundur hingga Agustus mendatang.

Direktur Strategi dan Portfolio Utang Ditjen PPR Kementerian Keuangan Schneider Siahaan mengatakan hal itu disebabkan lantaran belum ada kepastian bahwa Euro bond akan terbit Juli besok.

"Masih belum pasti, itu ternyata kalau untuk Euro dimungkinkan masih ada rencana juga sih bisa sampai ke Agustus. Saya gak ngerti persisnya juga timing-nya, karena timing-nya itu melihat pasar," katanya, Rabu (21/6/2017).

Sementara itu, belum lama ini Schneider mengatakan nilai penerbitan Euro Bond kemungkinan relatif tak jauh beda dengan nilai emisi tahun lalu.

"Pemerintah menerbitkan Euro bonda dengan memperhatikan kebutuhan kas dan kondisi pasar,” ujarnya.

“Kami harapkan [nilainya] bisa menyamai tahun lalu,” imbuhnya.

Hal serupa juga dikatakan oleh Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan Robert Pakpahan yang menuturkan bahwa pemerintah masih harus memantau kondisi pasar dan kas negara.

Kementerian Keuangan juga memastikan tidak akan menerbitkan obligasi negara dalam mata uang euro pada Juli 2017 seperti yang direncanakan sebelumnya.

“Makanya masih banyak, masih di atas Rp100 triliun uang kita [dari penerimaan negara terutama pajak]," ungkapnya pekan lalu.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perbendaharaan Negara Kemenkeu per 28 April 2017, realisasi penerimaan negara hingga April 2017 mencapai Rp 457,7 triliun atau 26,1% target APBN 2017. Dari angka tersebut, penerimaan pajak meningkat 24,6% dari target APBN 2017 menjadi Rp368,2 triliun dan PNBP mencapai Rp89,4 triliun atau 35,7% dari target.

JAKARTA-- Kementerian Keuangan menyatakan penerbitan Surat Utang dalam bentuk valuta asing yakni Euro bond kemungkinan akan diundur hingga Agustus mendatang.


Direktur Strategi dan Portfolio Utang Ditjen PPR Kementerian Keuangan Schneider Siahaan mengatakan hal itu disebabkan lantaran belum ada kepastian bahwa Euro bond akan terbit Juli besok.


"Masih belum pasti,  itu ternyata kalau untuk Euro dimungkinkan masih ada rencana juga sih bisa sampai ke Agustus. Saya gak ngerti persisnya juga timingnya. karena timingnya itu melihat pasar," katanya, Rabu (21/6). 


Sementara itu, belum lama ini Schneider mengatakan nilai penerbitan Euro Bond kemungkinan relatif tak jauh beda dengan nilai emisi tahun lalu.


"Pemerintah menerbitkan Euro bonda dengan memperhatikan kebutuhan kas dan kondisi pasar,” ujarnya. 


“Kami harapkan [nilainya] bisa menyamai tahun lalu,” imbuhnya.


Hal serupa juga dikatakan oleh Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan Robert Pakpahan yang menuturkan bahwa pemerintah masih harus memantau kondisi pasar dan kas negara.


Kementerian Keuangan juga memastikan tidak akan menerbitkan obligasi negara dalam mata uang euro pada Juli 2017 seperti yang direncanakan sebelumnya.

“Makanya masih banyak, masih di atas Rp100 triliun uang kita [dari penerimaan negara terutama pajak]," ungkapnya pekan lalu.

Berdasarkan data Direktorat Jenderal Perbendaharaan Negara Kemenkeu per 28 April 2017, realisasi penerimaan negara hingga April 2017 mencapai Rp 457,7 triliun atau 26,1% target APBN 2017. Dari angka tersebut, penerimaan pajak meningkat 24,6% dari target APBN 2017 menjadi Rp368,2 triliun dan PNBP mencapai Rp89,4 triliun atau 35,7% dari target.

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Obligasi Pemerintah, obligasi valas

Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup