Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Pemilu Inggris Besok, Hasil Berikut Tentukan Gerak Pound Sterling

Kinerja pound sterling bisa terjun ke level terendahnya di posisi US$1,20 pada hari Jumat, tingkat yang terakhir terlihat pada bulan Januari, jika hasil pemilu Inggris menunjukkan ketidakpastian dalam parlemen.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 07 Juni 2017  |  13:29 WIB
Pemilu Inggris Besok, Hasil Berikut Tentukan Gerak Pound Sterling
Pound sterling. - Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA Kinerja pound sterling bisa terjun ke level terendahnya di posisi US$1,20 pada hari Jumat, tingkat yang terakhir terlihat pada bulan Januari, jika hasil pemilu Inggris menunjukkan ketidakpastian dalam parlemen.

Warga Inggris dijadwalkan akan menggunakan hak suaranya pada 8 Juni waktu setempat, setelah Perdana Menteri Theresa May mengumumkan pemilihan jeda tujuh pekan yang lalu. Dalam beberapa jajak pendapat, keunggulan Partai Konservatif yang saat ini berkuasa telah menyusut, menyusul tiga serangan teroris mematikan sejak Maret yang ikut membebani warga.

Survey yang dilakukan Bloomberg terhadap sejumlah analis menunjukkan, dari semua potensi hasil pemilu, termasuk kemenangan oleh Partai Buruh, ketidakpastian dalam posisi di parlemen kemungkinan akan menjadi sentimen terburuk bagi pound.

Di sisi lain, kemenangan untuk Partai Konservatif pimpinan Perdana Menteri Theresa May akan mendukung kinerja pound. Menurut para analis, hasil ini sedikit banyak telah diprediksi pasar.

Para analis juga menyoroti bahwa efek jangka pendek dan jangka panjang pada mata uang bisa berbeda.

“Kemenangan Partai Konservatif dapat memberi kepastian jangka pendek pada pasar dan menopang pound. Namun, dalam jangka waktu yang lebih lama, hal itu bisa meningkatkan peluang Brexit yang lebih keras, yang mungkin akan konsisten dengan kinerja pound yang lebih rendah,” jelas Andrew Sheets, ahli strategi lintas aset, dalam sebuah konferensi pers di London, dikutip Bloomberg (Rabu, 7/6/2017).

Berikut adalah kompilasi pandangan para analis atas hasil pemilu dan potensi reaksi pound dalam pasar spot:

Kemenangan Partai Konservatif (Mayoritas besar)

Mengingat adanya prediksi atas kemenangan partai ini, terdapat ruang terbatas bagi pound untuk reli akibat hasil tersebut. Namun, hasil ini dilihat sebagai yang paling positif untuk pound. Menurut prediksi rata-rata para analis, pound pun akan mencapai level US$1,3100. “Di pasar, ada aturan praktis yang sangat sederhana. Semakin besar mayoritas suara untuk Konservatif, semakin positif pula kinerja pound,” kata Adam Cole, kepala strategi pertukaran valuta asing di RBC.

Ketidakpastian untuk Parlemen

Hasil yang tidak pasti, dengan tidak adanya pemenang dalam pemilu, bisa sangat merusak kinerja pound. Tidak hanya memberi keraguan pada masa depan pemerintah, skenario ini juga bisa menyulitkan dan mungkin menunda dimulainya proses negosiasi Brexit. Adam Cole memperkirakan pound dapat jatuh ke level terendahnya di posisi US$1,20.

Kemenangan Partai Buruh

Kemenangan Partai Buruh akan melukai pound dalam jangka pendek, namun juga dapat mendorongnya di saat pasar menyambut prospek Brexit yang lebih lemah dan dorongan terhadap pengeluaran fiskal. "Saya pikir setelah semuanya mereda, pasar tidak akan melihat kemenangan Partai Buruh sebagai hasil yang buruk,” kata Jordan Rochester, seorang ahli strategi valuta asing di Nomura Holdings Plc.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pemilu inggris pound sterling
Editor : Rustam Agus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top