Metropolitan Kentjana (MKPI) Bagi Dividen Rp350 Miliar

Emiten properti PT Metropolitan Kentjana Tbk. memutuskan membagi dividen atas laba tahun 2016 sekitar Rp350 miliar, atau sekitar 29,2% dari laba bersih tahun lalu senilai Rp1,2 triliun.nn
Emanuel B. Caesario
Emanuel B. Caesario - Bisnis.com 28 April 2017  |  18:06 WIB
Metropolitan Kentjana (MKPI) Bagi Dividen Rp350 Miliar
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA — Emiten properti PT Metropolitan Kentjana Tbk. memutuskan membagi dividen atas laba tahun 2016 sekitar Rp350 miliar, atau sekitar 29,2% dari laba bersih tahun lalu senilai Rp1,2 triliun.

Jeffri S. Tanudjaja, Wakil Presiden Direktur Metropolitan Kentjana mengatakan bahwa hal tersebut telah disetujui oleh para pemegang saham dalam rapat umum pemegang saham tahunan yang telah digelar perseroan pada Jumat (28/4/2017) di Pondok Indah, Jakarta.

“Kita bagi dividen Rp369 per lembar saham, itu totalnya hampir Rp350 miliar dari laba bersih kami Rp1,2 triliun. Jadi, hampir 30% dari total laba,” katanya melalui sambungan telepon, Jumat (28/4/2017).

Sepanjang tahun lalu, emiten dengan kode saham MKPI ini membukukan kinerja yang gemilang, di atas rata-rata emiten properti lainnya yang justru terpukul karena pelemahan ekonomi.

Pendapatan perseroan mengalami peningkatan sekitar Rp471 miliar atau setara 22% dari pendapatan tahun 2015 yang sebesar Rp2,09 triliun. Dengan demikian, pendaptan MKPI tahun lalu adalah Rp2,56 triliun.

Laba usaha 2016 tercatat senilai Rp1,21 triliun, tumbuh 34% atau Rp304 miliar dibandingkan dengan thaun 2015 yang sebesar Rp907 miliar. Setelah dikurangi berbagai beban dan pajak, laba bersih perseroan tahun lalu menjadi Rp1,2 triliun, tumbuh 35% atau Rp310 miliar dibandingkan 2015 yang senilai Rp889 miliar.

Total aset perseroan juga meningkat dari Rp5,7 triliun menjadi Rp6,6 triliun. Total liabilitas meningkat Rp17 miliar menjadi Rp1,89 triliun, sementara ekuitas meningkat Rp886 miliar menjadi Rp3,7 triliun.  

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
metropolitan kentjana

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup