Intiland Raup Marketing Sales Rp319 Miliar di Kuartal I/2017

Nilai perolehan marketing sales emiten dengan kode saham DILD ini belum termasuk hasil penjualan lahan industri di Ngoro Industrial Park seluas 20,3 hektare senilai Rp386 miliar. Bila termasuk, maka total marketing sales DILD mencapai Rp705 miliar atau 30,6% dari target awal tahun sebesar Rp2,3 triliun.
Emanuel B. Caesario | 21 April 2017 14:07 WIB
Ilustrasi - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten pengembang properti PT Intiland Development Tbk berhasil membukukan penjualan properti (marketing sales) senilai Rp319 miliar sepanjang kuartal pertama 2017.

Nilai perolehan marketing sales emiten dengan kode saham DILD ini belum termasuk hasil penjualan lahan industri di Ngoro Industrial Park seluas 20,3 hektare senilai Rp386 miliar. Bila termasuk, maka total marketing sales DILD mencapai Rp705 miliar atau 30,6% dari target awal tahun sebesar Rp2,3 triliun.

Archied Noto Pradono, Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland memperkirakan kondisi pasar properti nasional akan berangsur-angsur membaik tahun ini. Perseroan akan terus berupaya untuk mengeksekusi sejumlah strategi pemasaran dan pengembangan untuk mencapai target marketing sales tahun ini.

“Sesuai rencana bisnis 2017, kami akan meluncurkan dua proyek mixed-use dan high rise skala besar di Jakarta dan Surabaya pada semester II tahun ini. Kedua proyek ini kami proyeksikan akan memberikan kontribusi penjualan cukup signifikan tahun ini,” ungkap Archied melalui siaran pers, Jumat (21/4/2017).

Dari total perolehan marketing sales kuartal pertama tahun ini kontributor terbesar berasal dari segmen pengembangan mixed-use dan high rise senilai Rp118 miliar, atau 37% dari keseluruhan perolehan.

Kontributor terbesar berikutnya berasal dari segmen properti investasi yang merupakan pendapatan berulang atau recurring income senilai Rp82 miliar atau 26% dari keseluruhan perolehan.

Menurut Archied, Intiland akan terus berupaya untuk memperkuat pendapatan dari segmen properti investasi untuk meningkatkan porsi kontribusi recurring income. Pertumbuhan segmen ini dinilai penting karena akan memberikan stabilitas operasional dan pertumbuhan perusahaan dalam jangka panjang.

Beroperasinya perkantoran terpadu South Quarter di Jakarta dan hasil penyewaan standard factory building atau bangunan pabrik standar di Ngoro Industrial Park menjadi motor pendorong peningkatan kontribusi pendapatan berulang.

Seiring dengan penyelesaian dua proyek perkantoran baru yaitu Praxis dan Spazio Tower di Surabaya juga akan meningkatkan kontribusi segmen ini di masa depan.

Kontribusi segmen pengembangan kawasan perumahan tercatat senilai Rp68 miliar atau setara 21% dari keseluruhan pencapaian. Sementara segmen pengembangan kawasan industri memberikan kontribusi sebesar Rp50 miliar atau 16%.

Jika ditinjau berdasarkan tipenya, pendapatan dari pengembangan atau development income berhasil memberikan kontribusi Rp236 miliar atau 74% dari keseluruhan capaian. Sisanya sebesar Rp82 miliar atau 26% merupakan kontribusi dari recurring income.

Tag : intiland
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top