Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Go Private, SOBI Siap Borong Lagi Saham Publik Rp4.250

PT Sorini Agro Asia Corporindo Tbk., (SOBI) menetapkan harga Rp4.250 per lembar saham untuk membeli kembali sahamnya yang beredar di publik seiring dengan rencana perseroan untuk menjadi perusahaan tertutup (go private).
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 28 Maret 2017  |  19:41 WIB
Go Private, SOBI Siap Borong Lagi Saham Publik Rp4.250
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Sorini Agro Asia Corporindo Tbk., (SOBI) menetapkan harga Rp4.250 per lembar saham untuk membeli kembali sahamnya yang beredar di publik seiring dengan rencana perseroan untuk menjadi perusahaan tertutup (go private).

Dalam keterbukaan informasi Senin (27/3/2017), SOBI melakukan pengumuman rencana go private sejak 12 Agustus 2016. Keputusan terkait delisting ini rencananya akan ditetapkan dalam rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) yang dilaksanakan pada Rabu (30/3/2017).

Harga penawaran ditetapkan sebesar Rp4.250 per saham, atau 150% lebih tinggi dibandingkan harga tertinggi atas saham dalam jangka waktu 90 hari terakhir sebelum pengumuman go private pada 20 Januari 2017 di level Rp1.700 per lembar. Level Rp1.700 juga merupakan harga saham perseroan sebelum suspensi perdagangan di BEI pada 12 Agustus 2016.

Jika rencana transaksi disetujui dalam RUPSLB, maka para pemegang saham publik yang tidak bersedia menjual sahamnya akan tetap menjadi pemegang perusahaan tertutup.

"Artinya, pemegang saham publik tersebut tidak dapat lagi menjual sahamnya melalui BEI," tulis manajemen dalam keterbukaan informasi yang dikutip Bisnis.com, Selasa (28/3/2017).

Mengacu kepada Undang-undang no.40 tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas (UUPT) pasal 62, pemegang saham yang tidak menyetujui rencana go private berhak meminta perusahaan membeli saham dengan harga wajar. Harga wajar sesuai penilaian independen ialah sebesar Rp2.133 per saham.

Manajemen SOBI mengungkapkan, alasan perseroan untuk go private dan delisting adalah jumlah saham yang dipegang publik relatif kecil, yakni 1,33% dari 321 pemegang saham publik. Alhasil saham kurang aktif diperdagangkan di BEI dan relatif tidak likuid.

Sejalan dengan tidak likuidnya saham perseroan, cukup sulit bagi pemegang saham publik untuk menjual saham mereka melalui BEI. Oleh karena itu, rencana go private membuat pemegang saham memiliki kesempatan menjual dengan harga premium.

Perseroan juga tidak melihat perlunya menggalang dana dari masyarakat. Di sisi lain, SOBI tidak dapat mematuhi ketentuan free float sebesar 7,5%.

Berdasarkan laporan keuangan Mei 2016, saham perseroan dimiliki oleh PT Cargill Foods Indonesia sebesar 97,96%, masyarakat 1,33% dan saham treasury 1%. Jumlah saham ialah 925,21 juta lembar.

Pinjaman US$100 Juta
Di samping rencana go private, SOBI juga akan meminjam US$100 juta dengan pihak terafiliasi, yakni PT Cargill Indonesia (CI). Mereka berada di dalam payung induk yang sama yaitu Cargill Incorporated.

Persentase nilai rencana transaksi terhadap ekuitas per tanggal 30 September 2016 ialah 115,63%. Sehubungan persentase sudah melampaui 50%, maka perseroan wajib meminta persetujuan pemagang saham dalam RUPSLB.

Per September 2016, nilai ekuitas perseroan sebesar Rp1,12 triliun. Adapun pendapatan dalam jangka waktu yang sama ialah Rp768,11 miliar dan laba senilai Rp 12,52 miliar.

Perusahaan yang berbasis di Pasuruan, Jawa Timur ini bergerak dalam bidang produksi pemanis buatan seperti sorbitol, perdagangan umum dan jasa, serta penyediaan fasilitas produksi, pemrosesan, ataupun konsultasi usaha sejenis.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pt sorini agro asia corporindo tbk. (SOBI)
Editor : Fajar Sidik
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top