AKSI EMITEN 23 MARET: PTBA Incar 5 Perusahaan, BUMI Raih Laba

Sejumlah aksi emiten menjadi perhatian pelaku pasar saham pada perdagangan Kamis (23/3/2017).
Gita Arwana Cakti | 23 Maret 2017 07:50 WIB
PTBA. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah aksi emiten menjadi perhatian pelaku pasar saham pada perdagangan Kamis (23/3/2017).

Berikut sejumlah aksi emiten:

PTBA. PT Bukit Asam (Persero) Tbk. mengincar tiga hingga lima perusahaan yang berasal dari beberapa sektor untuk dimasukkan dalam program merger dan akuisisi. Achmad Sudarto, Direktur Keuangan Bukit Asam, mengatakan bisnis pembangkit listrik tidak berjalan mulus sehingga emiten berkode saham PTBA tersebut berniat melakukan ekspansi anorganik pada tahun ini. (Bisnis Indonesia)

SILO. Emiten pengelola rumah sakit PT Siloam International Hospitals Tbk. menganggarkan belanja modal sebesar US$100 juta-110 juta pada 2017 untuk merampungkan proses pembangunan 16 rumah sakit dan pengadaan alat-alat medis. Budi Legowo, Direktur Keuangan Siloam International Hospitals, menargetkan pada 2019 dapat mengelola 50 rumah sakit yang tersebar di 25 kota di Indonesia dengan total 10.000 tempat tidur dan 15 juta pasien per tahun. (Bisnis Indonesia) 

INDY. Sepanjang 2016, PT Indika Energy Tbk. mencatatkan lonjakan kerugian sebesar 51,58% dibandingkan dengan raihan pada tahun sebelumnya. Dalam laporan keuangan tahunan 2016 yang dipublikasikan di Bursa Efek Indonesia pada Rabu (22/3), perseroan mencatatkan rugi yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$67,59 juta pada tahun lalu, sedangkan pada 2015 perseroan mencatatkan rugi US$44,59 juta. (Bisnis Indonesia)

TINS. Korporasi tambang milik negara PT Timah (Persero) Tbk. berencana membeli em pat hingga enam kapal produksi baru sebagai bagian dari upaya perusahaan meningkatkan kapasitas produksi pada 2017. Direktur Keuangan Timah Emil Emindra menga takan nilai setiap kapal itu sebesar Rp55 miliar. De ngan demikian, berdasarkan perhitungan kasar, nilai pembelian seluruh kapal mencapai Rp220 miliar-Rp330 miliar. (Bisnis Indonesia)

ADHI. PT Adhi Karya (Persero) Tbk menggarap proyek properti senilai Rp 35 triliun di area sistem transportasi massal light rail transit (LRT) Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi (Jabodebek). Proyek itu digarap melalui Departemen Transit Oriented Development (TOD) & Hotel Adhi Karya. (Investor Daily)

PTPP. PT PP Tbk (PTPP) telah memperoleh kontrak baru sebesar Rp 6,6 triliun hingga pertengahan Maret 2017, meningkat 37% dibandingkan periode sama tahun lalu senilai Rp 4,8 triliun. Seluruh kontrak baru yang telah diperoleh perseroan berasal dari 12 proyek. (Investor Daily)

TBIG. PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) mencetak pendapatan sebesar Rp 3,71 triliun sepanjang 2016, naik dibanding periode sama tahun sebelumnya Rp 3,42 triliun. Kenaikan ini karena perseroan bertumbuh secara organik pada tahun lalu. (Investor Daily)

BUMI. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) mencetak laba bersih US$ 67,69 juta sepanjang 2016 lalu. Kinerja ini lebih baik dibandingkan dengan kinerja BUMI di 2015, di mana emiten ini mencetak rugi bersih US$ 1,92 miliar. Pendapatan BUMI sebenarnya masih turun 42,29% year on year (yoy) menjadi US$ 23,37 juta. Keuntungan BUMI ini karena adanya laba bersih entitas asosiasi US$ 84,25 juta dan penurunan beban bunga dari US$ 453 juta menjadi US$ 254,8 juta. (Kontan)

BBTN. Kasus pemalsuan bilyet deposito PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) berdampak negatif terhadap harga saham bank pelat merah ini. Pada perdagangan
Rabu (22/3), harga saham BBTN sempat anjlok hampir 5% ke level Rp 2.130. Tapi, di sesi sore, harga saham ini naik lagi sehingga ditutup melemah 0,44% ke
level Rp 2.240. Penurunan ini terjadi setelah muncul kabar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membatasi kegiatan operasional BBTN, termasuk melarang sementara layanan pembukaan semua jenis rekening baru tabungan, giro dan deposito. OJK juga melarang BBTN memanfaatkan tenaga alihdaya dan membuka kantor cabang baru sampai risiko operasional kembali normal. (Kontan)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
aksi emiten

Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top