Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Persediaan Timah Turun, Harga Tembus Level Puncak Baru

Menurunnya stok di London Metal Exchange membuat harga timah berjangka menembus level tertinggi baru sepanjang tahun berjalan dan mendekati posisi US$20.000 per ton.
Hafiyyan
Hafiyyan - Bisnis.com 28 September 2016  |  18:42 WIB
Timah batangan.  - Bisnis.com
Timah batangan. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Menurunnya stok di London Metal Exchange membuat harga timah berjangka menembus level tertinggi baru sepanjang tahun berjalan dan mendekati posisi US$20.000 per ton.

Pada penutupan perdagangan Selasa (27/9/2016) harga timah di bursa London Metal Exchange (LME) naik 0,13% atau 25 poin menjadi US$19.750 per ton. Angka tersebut menunjukkan sepanjang tahun berjalan harga timah sudah meningkat 35,69% dan mencapai level tertinggi sejak Januari 2015.

Pada sisi lain, stok timah di LME turun 5,2% menjadi 3,46 ton yang menjadi level terendah sejak 2008. Menurut Commerzbank AG, persediaan timah telah menurun sekitar 50% sejak awal Juni 2016.

"Sisi penawaran juga membantu menaikkan harga timah dalam beberapa bulan terakhir. Pengurangan stok di LME menunjukkan adanya permintaan yang kuat," paparnya seperti dikutip dari Bloomberg, Rabu (28/9/2016).

Malcolm Freeman, Director of West Malling Kingdom Futures Ltd., menuturkan jika pasar memasuki kondisi backwardation, harga seng bisa mencapai US$22.000 per ton. Backwardation ialah situasi ketika harga tunai di pasar fisik melebihi harga di dalam bursa berjangka.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

harga timah london metal exchange
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top