Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Akuisisi Lahan, Surya Internusa Rilis Obligasi Rp1Triliun

Emiten kawasan industri, PT Surya Semesta Internusa Tbk. berencana menerbitkan obligasi maksimal Rp1 triliun.
Surya Semesta Internusa/Istimewa
Surya Semesta Internusa/Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Emiten kawasan industri, PT Surya Semesta Internusa Tbk. berencana menerbitkan obligasi maksimal Rp1 triliun.

Penerbitan tersebut merupakan tahap pertama dari obligasi berkelanjutan dengan nilai sebanyak-banyaknya Rp2 triliun.

Dalam prospektus yang diterbitkan perseroan, Senin (15/8/2016), Surya Internusa akan menerbitkan obligasi dalam dua tenor, yakni tenor tiga tahun dan lima tahun. Adapun, masa penawaran awal dimulai pada 16 Agustus 2016 hingga 30 Agustus 2016.

Obligasi berkelanjutan yang akan diterbitkan Surya Internusa telah mendapat peringkat idA dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). Dalam penerbitan obligasi ini, Surya Internusa telah menunjuk PT Indo Premier Securities dan PT Mandiri Sekuritas sebagia penjamin pelaksana emisi.

Sebanyak 90% dana penerbitan obligasi akan digunakan untuk pinjaman ke anak usaha PT Suryacipta Swadaya, perusahaan pengembang kawasan industri. Pinjaman akan digunakan untuk mempercepat proses akuisisi tanah di Subang.

Perusahaan berkode saham SSIA itu memiliki izin konsesi kawasan industri seluas 2.000 hektare di Subang. Per Juni 2016, SSIA sudah mengakuisisi lahan seluas 448 hektare, bertambah dari posisi Maret 2016 seluas 399 hektare.

Johannes Suriadjaja, Presiden Direktur SSIA, sebelumnya mengatakan perseroan akan merilis kawasan industri di Subang pada 2019. "Kami akan konsentrasi ke situ [Subang] karena prospect-nya bagus," ujarnya kepada Bisnis.

Dia menyebut, prospek Subang sebagai kawasan industri baru cukup menjanjikan karena pemerintah sudah memutuskan untuk membangun pelabuhan baru di Patimban yang berjarak 40 km--50 km dari lokasi lahan perseroan.

Sebagaimana diketahui, Pelabuhan Patimbang telah ditetapkan sebagai salah satu proyek strategis nasional pada Mei 2016 lalu. Investasi proyek ini diperkirakan mencapai Rp43,22 triliun dengan sebagian besar pendanaan berasal dari Jepang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News dan WA Channel

Penulis : Rivki Maulana
Editor : Nancy Junita

Topik

Konten Premium

Dapatkan informasi komprehensif di Bisnis.com yang diolah secara mendalam untuk menavigasi bisnis Anda. Silakan login untuk menikmati artikel Konten Premium.

Artikel Terkait

Berita Lainnya

Berita Terbaru

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

# Hot Topic

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Rekomendasi Kami

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Foto

Nyaman tanpa iklan. Langganan BisnisPro

Scan QR Code Bisnis Indonesia e-paper