DOLAR AS 2 JUNI: Data Ekonomi Tak Cukup Kuat, Indeks Lanjut Melemah

Indeks yang mengukur pergerakan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama tersebut bergerak turun meski tipis sebesar 0,03% atau 0,029 poin ke level 95,426 pada pukul 06.46 WIB, setelah dibuka di zona merah dengan pelemahan tipis sebesar 0,01% ke level 95,443.
Renat Sofie Andriani | 02 Juni 2016 07:37 WIB
Dolar AS - Antara/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA - Indeks dolar Amerika Serikat melanjutkan pelemahannya pada awal perdagangan pagi ini, Kamis (2/6/2016) setelah ditutup dengan pelemahan pada akhir perdagangan kemarin.

Indeks yang mengukur pergerakan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama tersebut bergerak turun meski tipis sebesar 0,03% atau 0,029 poin ke level 95,426 pada pukul 06.46 WIB, setelah dibuka di zona merah dengan pelemahan tipis sebesar 0,01% ke level 95,443.

Pada perdagangan Rabu (1/6/2016), indeks dolar AS ditutup dengan pelemahan sebesar 0,45% atau 0,436 poin ke level 95,455, melanjutkan pelemahan sebelumnya.

Meski data manufaktur AS membaik, pasar masih khawatir bahwa gambaran perekonomian AS pada waktu mendatang akan membengkokkan prospek penaikan tingkat suku bunga oleh The Fed secepatnya pada bulan ini.

Data ekonomi AS terbaru, termasuk indeks kepercayaan konsumen yang dirilis pada hari Selasa, dianggap tidak cukup kuat bagi bank sentral tersebut untuk memastikan kebijakan moneter lanjutan.

Kinerja mata uang AS juga mengalami pelemahan terhadap yen pada perdagangan kemarin setelah Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe menyatakan di Tokyo tentang penundaan penaikan pajak penjualan negara tersebut.

“Pergerakan dolar mengalami sedikit tekanan sejak rilis data (ekonomi) yang menurun,” kata Omer Esiner, kepala analis pasar Commonwealth Foreign Exchange Inc. “Hal itu memunculkan pertanyaan tentang apakah the Fed akan dapat menaikkan suku bunga.”  

 

Posisi indeks dolar AS

2 Juni 2016

95,426

(-0,03%)

1 Juni 2016

95,455

(-0,45%)

31 Mei

95,891

(+0,39%)

 

 

 

 

 

 

Sumber: Bloomberg Dollar Index

 

 

 

 

Tag : dolar as
Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top