Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemegang Saham Rukun Raharja (RAJA) Restui Stock Split

Pemegang saham PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA) merestui aksi korporasi pemecahan nominal saham atau stok split sebesar 1:4.
Sukirno
Sukirno - Bisnis.com 18 Mei 2016  |  20:10 WIB

Bisnis.com, JAKARTA--Pemegang saham PT Rukun Raharja Tbk. (RAJA) merestui aksi korporasi pemecahan nominal saham atau stock split sebesar 1:4.

Budiman Parhusip, Direktur Utama Rukun Raharja, mengatakan keputusan aksi stock split dilakukan dalam rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST). Nominal saham dalam modal ditempatkan dan disetor penuh secara otomatis dipecah dari Rp100 per lembar menjadi Rp25 per lembar.

"Harganya, begitu efektif misalnya dari Rp800 per lembar menjadi Rp200 per lembar. Tapi enggak berubah persentasenya," ujarnya, Rabu (18/5/2016).

Dia mengatakan, stock split dilakukan agar volume kepemilikan saham dan transaksi jauh lebih besar ketimbang sebelumnya. Aksi stock split juga diharapkan dapat menarik investor terutama agar harga saham lebih terjangkau.

Pada perdagangan Rabu (18/5/2016), saham emiten bersandi RAJA itu melonjak 2,23% sebesar 20 poin ke level Rp915 per lembar. Kapitalisasi pasar RAJA mencapai Rp937,72 miliar dengan return 18,06 year-to-date.

Tahun ini, emiten jasa energi itu membidik pendapatan naik tipis 7,7% menjadi US$208 juta dari sebelumnya RP193 juta. Perseroan menggenjot pendapatan dengan membangun pipa di Jambi sepanjang 12 kilometer dan mengikuti tender pembangkit listrik Jawa I sebesar 1x1.000 Megawatt, serta Jambi 1x100 MW.

Untuk merealisasikan kinerja tahun ini, perseroan mengalokasikan belanja modal (capital expenditure/Capex) senilai US$40 juta dari kas internal dan pinjaman bank. Paruh pertama tahun ini, diperkirakan serapan belanja modal mencapai US$4 juta hingga US$5 juta.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

stock split rukun raharja
Editor : Rustam Agus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top