AKSI SSIA: Surya Semesta Internusa Genggam 399 Hektare Lahan di Subang

Emiten pengembang kawasan industri, PT Surya Semesta Internusa Tbk. gencar menambah cadangan lahan di Subang, Jawa Barat
Rivki Maulana | 02 Mei 2016 13:17 WIB
Ilustrasi - .

Bisnis.com, JAKARTA- Emiten pengembang kawasan industri, PT Surya Semesta Internusa Tbk. gencar menambah cadangan lahan di Subang, Jawa Barat.

Dalam keterangan tertulis yang dikutip Bisnis.com, Senin (2/5/2016), hingga Maret 2016 luas lahan yang telah dibebaskan perseroan mencapai 399 hektare.

Sementara itu, hingga akhir 2015 luas lahan yang telah diakuisisi mencapai 300 hektare sehingga dalam tiga bulan pertama tahun ini, perseroan telah menambah cadangan lahan 99 hektare.

Surya Internusa menargetkan bisa membebaskan 300 hektare lahan tahun ini dan secara bertahap ditargetkan bisa mencapai 800 hektare sebelum dikembangkan pada 2018. Di Subang, perusahaan berkode emiten SSIA itu telah mengantongi izin lokasi kawasan industri seluas 2.000 hektare.

Berdasarkan riset Cushman & Wakefield Indonesia, Subang memang tengah diincar oleh banyak pengembang untuk disulap menjadi kawasan industri. Salah satu yang membuat pengembang tertarik menggarap wilayah ini yakni keberadaan tol Cikopo--Palimanan.

Senior Associate Director Cushman & Wakefield Indonesia, Wira Agus mengatakan, dalam jangka panjang wilayah yang dekat dengan akses tol sepanjang 116 km itu akan semakin berkembang. Pasalnya, pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat di Kertajati, Majalengka ditargetkan rampung pada 2017.

Di samping itu, rencana pemerintah membangun pelabuhan di Patimbang, Subang akan membuat posisi Subang semakin menarik di mata pengembang karena kawasan industri akan memiliki akses ke pelabuhan.

Di sisi lain, tahun ini SSIA menargetkan penjualan lahan hingga tiga kali lipat dari realisasi sepanjang 2015 seluas 16,5 hektare. Tahun lalu, SSIA menjual lahan per meter persegi rata-rata sebesar US$147, naik 15% secara tahunan.

 

Pantau terus perkembangan Real Count KPU Pilpres 2019, di sini.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
Indeks BEI

Editor : Linda Teti Silitonga

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top