Penjualan Emiten Lahan Industri Masih Rendah

Lima emiten pengembang lahan industri mencatat penjualan di bawah 10 hektare, beberapa bahkan tidak mencatat penjualan sama sekali.
Rivki Maulana | 06 April 2016 17:10 WIB
Lahan Industri,

Bisnis.com, JAKARTA - PT Colliers International Indonesia mencatat penjualan lahan industri di Jakarta Raya mencatat penurunan 76,4% secara tahunan per kuartal I/2016. Lima emiten pengembang lahan industri mencatat penjualan di bawah 10 hektare, beberapa bahkan tidak mencatat penjualan sama sekali.

Ferry Salanto, Associate Director Research Colliers, mengatakan penjualan lahan industri sepanjang kaurtal I/2016 hanya mencapai 19,39 hektare. "Rata-rata penjualan di bawah 5 hektare per pengembang, demand memang berkurang jauh dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya," ujar Ferry di Jakarta, Kamis (6/4/2016).

Collier mencatat penjualan lahan industri sepanjang kuaral I/2016 mencatat pertumbuhan 11,75% dibandingkan dengan posisi kaurtal IV/2015. penjualan turun 76,4% bila dibandingkan dengan posisi kuartal I/2015 sebesar 82,18 hektare.

Berdasarkan data Colliers, penjualan lahan di kuartal I/2016 didominasi PT Moderland Realty Tbk dan PT Bekasi Fajar Industrial Estate Tbk masing-masing sebanyak 5,5 hektare dan 5,2 hektare. Kemudian, PT Puradelta Lestari Tbk mencatat penjualan lahan seluas 2,3 hektare, disusul oleh PT Agung Podomoro Land Tbk seluas 1,5 hektare dan PT Lippo Cikarang Tbk seluas 0,8 hektare.

Dia memprediksi penjualan lahan akan mulai parah di paruh kedua tahun ini. Investor saat ini tengah melakukan negosiasi dengan para pengembang lahan dan menunggu realisasi sejumlah kebijakan ekonomi yang diumumkan pemerintah. Sebagaimana diketahui, pemerintah telah meluncurkan program kemudahan investasi langsung konstruksi (KILK) di 14 kawasan industri.

Proses izin investasi melalui KLIK hanya berlangsung 3 jam dan investor bisa memulai konstruksi setelah izin pembangunan disetujui. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat sepanjang Februari 2016, ada tujuh perusahaan dengan nilai investasi Rp9,1 triliun yang memanfaatkan layanan KILK.

Presiden Direktur PT Surya Semesta Internusa Tbk, Johannes Suriadjaja mengakui penjualan lahan industri sepanjang tiga bulan pertama tahun ini masih lesu. Bahkan, Surya Internusa belum mencatat penjualan lahan. "Kami baru prospect 3-4 perusahaan," ujarnya kepada Bisnis.com, Kamis (6/4/2016). Permintaan lahan dari perusahaan yang tengah dijajaki, menurut Johny, mencapai lebih dari 5 hektare.

Salah satu perusahaan yang tengah menjajaki penjualan menurut Johannes berasal dari industri keramik. Dia menyebut, perseroan menargetkan transaksi penjualan lahan bisa terjadi di kuartal II/2016. Adapun, hingga akhir 2016, Surya Internusa menargetkan penjualan lahan 30 hektare, lebih tinggi dari realisasi sepanjang tahun lalu seluas 10,4 hektare.

Tag : lahan industri
Editor : Fatkhul Maskur

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top