Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

FIF Akan Terbitkan Obligasi Rp2,2 Triliun

PT Federal International Finance (FIF) berencana menerbitkan obligasi tahap IV sekitar Rp2,2 triliun pada kuartal II/2016.
Gloria Natalia Dolorosa
Gloria Natalia Dolorosa - Bisnis.com 06 April 2016  |  10:54 WIB
FIF Akan Terbitkan Obligasi Rp2,2 Triliun
Karyawan FIF tengah melayani nasabah - Bisnis.com
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – PT Federal International Finance (FIF) berencana menerbitkan obligasi tahap IV sekitar Rp2,2 triliun pada kuartal II/2016.

Perusahaan pembiayaan tersebut memiliki sisa penawaran umum berkelanjutan (PUB) obligasi senilai Rp2,2 triliun dari total PUB Rp10 triliun. Suhartono, Direktur PT Federal International Finance, mengatakan hasil penerbitan surat utang itu akan digunakan untuk pembiayaan.

“Tahun ini total penyaluran pembiayaan sekitar Rp30 triliun, lebih tinggi dari tahun lalu sekitar Rp27,5 triliun,” katanya usai membuka perdagangan di Bursa Efek Indonesia, Rabu, (6/4/2016).

Tahun ini pembiayaan motor baru dalam portofolio bisnisnya sekitar 70%, untuk motor bekas sekitar 18%, untuk produk elektronik 13%, dan sisanya untuk kredit usaha rakyat (KUR).

Federal International Finance pada 5 April 2016 menerbitkan Obligasi Berkelanjuatn II Tahap III senilai Rp3,375 triliun. Rinciannya, seri A senilai Rp868 miliar berjangka waktu 370 hari dengan kupon tetap 8,50% per tahun dan seri B senilai Rp2,507 triliun berjangka waktu 36 bulan dengan kupon tetap 9,15% per tahun. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi pembiayaan surat utang fif federal international finance suhartono
Editor : Bunga Citra Arum Nursyifani
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top