Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pendapatan Meroket, Laba PPRO Melesat

Pendapatan PT PP Properti Tbk. (PPRO) yang meroket 245% per kuartal III/2015, membuat laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk juga melesat 313,9% year-on-year.
Sukirno
Sukirno - Bisnis.com 22 Desember 2015  |  20:14 WIB
Grand Kamala Lagoon, salah satu karya perusahaan konstruksi milik negara PT PP. Properti
Grand Kamala Lagoon, salah satu karya perusahaan konstruksi milik negara PT PP. Properti

Bisnis.com, JAKARTA--Pendapatan PT PP Properti Tbk. (PPRO) yang meroket 245% per kuartal III/2015, membuat laba bersih yang dapat diatribusikan kepada entitas induk juga melesat 313,9% year-on-year.

Taufik Hidayat, Direktur Utama PP Properti, mengatakan perseroan per 30 September 2015 mengantongi pendapatan Rp1 triliun, naik tajam dari periode yang sama pada tahun lalu Rp290,34 miliar.

"Pertumbuhan pendapatan dan laba bersih yang signifikan ini didukung oleh baiknya strategi marketing yang diadopsi perusahaan untuk terus berjualan pada tahun ini, serta proyek konstruksi yang sesuai jadwal," ungkap Taufik dalam keterangan pers, Selasa (22/12/2015).

Penjualan realti yang menjadi kontributor terbesar pendapatan pada tahun ini melonjak tajam. Divisi ini mampu mengatongi pendapatan Rp953,6 miliar dari sebelumnya Rp230,76 miliar.

Kendati demikian, beban pokok penjualan yang dicatat emiten berkode saham PPRO tersebut juga membengkak 235% yoy. Kuartal III/2015, PPRO mencatat beban pokok penjualan sebesar Rp712,53 miliar dari sebelumnya Rp212,92 miliar.

Untuk itu, laba kotor yang diraup perseroan mencapai Rp291,65 miliar, melonjak 277% dari periode yang sama tahun lalu Rp77,4 miliar.

Laba usaha yang diraih juga mencapai Rp260,38 miliar, melonjak dari sebelumnya Rp63,97 miliar.

Laba bersih periode berjalan yang diraih perseroan mencapai Rp205,89 miliar, naik 314% dari sebelumnya Rp49,74 miliar.

Adapun, laba bersih yang diatribusikan kepada entitas induk Rp205,89 miliar, naik 313,9% dari sebelumnya Rp49,74 miliar.

Dia menuturkan, pihaknya telah mampu membawa perseroan berjalan sesuai target kinerja yang dipatok pada tahun ini.

Pada tahun ini PPRO mengincar laba bersih Rp302 miliar, sementara pendapatan diproyeksikan menyentuh Rp1,43 triliun.

Dengan kata lain, sambungnya, pencapaian laba bersih dan pendapatan Perseroan per 30 September 2015 telah mencapai masing-masing 68% dan 70% dari target tersebut.

“Hasil positif ini tidak lepas dari dukungan manajemen dan seluruh karyawan PPRO serta para stakeholders maupun para pemegang saham. Kami harapkan kinerja positif ini dapat terus dilanjutkan ke depannya,” imbuhnya.

Anak usaha dari PT Pembangunan Perusahaan (Persero) Tbk. tersebut juga mampu mencetak margin laba bersih sebesar 20,6%. Adapun, return on equity (ROE) perseroan tercatat sebesar 12,3%.

Selain itu, neraca perusahaan hingga kuartal III/2015 terbilang kuat dengan aset total Rp3,92 triliun dan ekuitas Rp2,12 triliun.

Adapun, PPRO masih memiliki ruang gerak pendanaan yang luas karena hingga periode tersebut, rasio utang perseroan tercatat hanya 0,45 kali.

“Kondisi ini memberikan kami kesempatan yang masih sangat terbuka untuk mencari pendanaan sejumlah megaproyek yang tengah kami kembangkan saat ini yang diharapkan dapat terus meningkatkan kinerja PPRO,” kata Direktur Keuangan dan SDM Indaryanto.

Rencana Perseroan untuk pengembangan lahan saat ini sedang melakukan kerjasama pengembangan lahan dengan Jababeka dan dengan Bukit Sentul City.

Kedua kerjasama tersebut saat ini sedang proses pembentukan Joint Venture.

Sedangkan dengan Jakarta Propertindo (Jakpro) saat ini sedang ditindaklanjuti MOU yang telah ditandatangani antara PTPP dengan Jakpro tanggal 4 Desember lalu.

Di samping itu Perseroan juga sedang mengincar lahan-lahan baru untuk diakuisisi di sekitar Bodetabek, Surabaya dan Bandung untuk dikembangkan sebagai proyek CBD baru.

Sebagai bukti komitmen Perseroan terhadap konsumennya, pada awal Desember lalu, PPRO secara serentak melakukan groundbreaking 3 proyek, yaitu apartemen Ayoma Serpong, Amartha View di Semarang, Jawa Tengah, dan Grand Dharmahusada Lagoon di Surabaya, Jawa Timur.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pt pp properti
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top