Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BURSA JEPANG 25 November: Sentimen Geopolitik Menghentikan Reli Nikkei dan Topix

Indeks Nikkei 225 hari ini ditutup melemah 0,39% atau 77,31 poin ke level 19.847,58, sedangkan Tokyo Price Index (Topix) berakhir turun 0,70% atau 11,27 poin ke level 1.594,67.
Demis Rizky Gosta
Demis Rizky Gosta - Bisnis.com 25 November 2015  |  14:00 WIB
BURSA JEPANG 25 November: Sentimen Geopolitik Menghentikan Reli Nikkei dan Topix
Bursa Jepang melemah - ilustrasi/Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA— Sentimen negatif dari Timur Tengah membuat indeks Nikkei dan Topix terkoreksi setelah 6 hari bertahan di zona hijau pada Rabu (25/11/2015).

Indeks Nikkei 225 hari ini ditutup melemah 0,39% atau 77,31 poin ke level 19.847,58, sedangkan Tokyo Price Index (Topix) berakhir turun 0,70% atau 11,27 poin ke level 1.594,67.

Nikkei 225 dan Topix merosot ke zona merah setelah terus ditutup menguat dalam 6 hari perdagangan sebelumnya.

“Turki menembak jatuh pesawat tempur Rusia jelas bukan sentimen positif bagi pasar. Ini bukan sesuatu yang bisa kita acuhkan dan terus mendorong harga saham naik,” kata Chihiro Ohta dari SMBC Nikko Securities di Tokyo kepada Bloomberg.

Saham-saham perbankan memimpin pelemahan 1.283 saham anggota Topix. Mitsubishi UFJ turun 2,07%, diikuti oleh Sumitomo Mitsui yang melemah 2,08%.

 

Pergerakan Indeks Nikkei 225

 

Tanggal

Level

Perubahan

25/11/2015

19.847,58

-0,39%

24/11/2015

19.924,89

+0,23%

20/11/2015

19.879,81

+0,10%

19/11/2015

19.859,81

+1,07%

18/11/2015

19.649,18

+0,09%

Sumber: Bloomberg

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

nikkei 225 indeks topix
Editor : Gita Arwana Cakti
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top