Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BII Terbitkan NCD Rp500 Miliar

Bisnis.com, JAKARTAPT Bank Internasional Indonesia Tbk. bakal menerbitkan negotiable certificate deposit untuk mendanai rencana ekspansi kredit sekaligus menambah variasi sumber dana perusahaan.
Destyananda Helen
Destyananda Helen - Bisnis.com 26 Agustus 2015  |  17:42 WIB
BII Terbitkan NCD Rp500 Miliar
Presiden Direktur BII Taswin Zakaria (tengah) disaksikan Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Saut Parulian Hutagalung (kedua kanan) dan Komisaris BII Umar Juaro (kanan) secara simbolis memberikan bantuan perahu kepada perwakilan nelayan tradisional di Pantai Karangsong, Indramayu, Jawa Barat, Sabtu (6/6). - Antara
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA—PT Bank Internasional Indonesia Tbk. bakal menerbitkan negotiable certificate deposit untuk mendanai rencana ekspansi kredit sekaligus menambah variasi sumber dana perusahaan.

Presiden Direktur BII Taswin Zakaria mengatakan penerbitan surat berharga dalam mata uang rupiah tersebut bakal dilakukan pada kuartal III/2015 dengan nominal berkisar Rp500 miliar hingga Rp1 triliun. Taswin menjelaskan perusahaan memang menjaga portofolio sumber dana agar tak hanya bergantung pada deposito berjangka.

“Salah satunya [tujuan penerbitan negotiable certificate deposit/NCD] untuk mendanai kredit dan untuk menjaga likuiditas,” jelas Taswin usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) BII di Jakarta, Senin (24/8).

Sementara itu, Direktur Keuangan BII Thilagavathy Nadason mengungkapkan sebelum Lebaran tahun ini, perusahaan pun telah menerbitkan NCD. Dengan aksi tersebut, loan to funding ratio (LFR) perusahaan tercatat sebesar 88%-89%.

Dalam catatan Bisnis, perusahaan menerbitkan NCD II Bank BII 2015 pada 22 Juni 2015 dengan nilai total Rp635 miliar yang diterbitkan dalam 3 seri. Ketiga seri surat berharga tersebut dikenakan bunga masing-masing sebesar 8,7%, 8,85%, dan 9,15%.

Penerbitan kembali NCD di paruh kedua ini, lanjut Thila, untuk membiayai jika ada kebutuhan likuiditas mendadak untuk mendanai kredit dalam nominal besar. “Tapi kalau tidak ada pipeline loan yang besar, mungkin NCD-nya tidak akan diterbitkan,” kata Thila.

Dalam penjelasannya, Thila menyebutkan emiten berkode saham BNII ini tengah melakukan pembicaraan dengan beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN), termasuk Garuda dan Angkasa Pura terkait penyaluran kredit infrastruktur. Namun, pembicaraan tersebut, tambah Thila, belum mencapai kesepakatan pasti mengingat BII pun masih menunggu kejelasan rencana pembangunan infastruktur dari pemerintah.

Secara keseluruhan, Thila mengakui penyaluran kredit di perusahaan memang melambat. Akibatnya, perusahaan merevisi target pertumbuhan kredit dari bidikan awal sebesar 17% menjadi 11%. Dia merinci pinjaman yang tersalurkan pada akhir Juli 2015 pun tak bergerak jauh dari posisi di bulan sebelumnya.

Adapun, hingga semester I/2015, BNII mencatatkan perolehan laba bersih senilai Rp388 miliar atau naik 13,9% secara tahunan (y-o-y). Peningkatan tersebut disumbang kenaikan pendapatan bunga bersih yang juga ditopang tumbuhnya margin bunga bersih. Hingga pertengahan tahun ini, BII juga mencatatkan penyaluran kredit senilai Rp108,5 triliun atau tumbuh 2,02% secara year to date (y-t-d) dari Rp106,3 triliun pada Desember 2014.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

bii
Editor : Bastanul Siregar
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

Terpopuler

Banner E-paper
back to top To top