Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Indeks Jatuh Karena Sentimen Konflik KPK vs Polri

Indeks harga saham Indonesia mengalami penurunan terdalam di tingkat Asia dan rupiah pun merosot setelah empat hari sebelumnya menguat karena adanya kekhawatiran sengketa antara polisi dan lembaga anti-korupsi akan membahayakan agenda reformasi ekonomi Presiden Joko Widodo.
Hendri Tri Widi Asworo
Hendri Tri Widi Asworo - Bisnis.com 26 Januari 2015  |  21:15 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Indeks harga saham Indonesia mengalami penurunan terdalam di tingkat Asia dan rupiah pun merosot setelah empat hari sebelumnya menguat karena adanya kekhawatiran sengketa antara polisi dan lembaga anti-korupsi akan membahayakan agenda reformasi ekonomi Presiden Joko Widodo.

Seperti dikutip Bloomberg, Senin (26/1/2015), kepercayaan akan sosok anti-korupsi yang membantu mendorong Joko Widodo menjadi presiden itu ternoda dengan pencalonan Kapolri, Budi Gunawan, karena ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK.

Budi Gunawan adalah mantan ajudan Megawati Soekarnoputri, Ketua PDIP yang mencalonkan Jokowi sebagai calon presiden.

Pada Jumat (23/1/2015) polisi menangkap pejabat senior KPK, Bambang Widjojanto, kemudian tentara dikirim untuk menjaga markas KPK di tengah rumor rencana penggeledahan kantor tersebut oleh polisi.

“Ini bukan tentang persepsi bahwa Jokowi lemah dalam menangani korupsi, tetapi lebih tentang tekadnya untuk menempatkan kepentingan umum di depan agenda partai politik yang mendukungnya," kata Norico Gaman, Kepala Riset PT BNI Securities di Jakarta.

Menurutnya, investor khawatir bahwa faktor-faktor politik dapat mempengaruhi kemampuan Jokowi untuk mendorong kemajuan ekonomi.

Pada Senin IHSG turun 1,9% menjadi 5,223.529 poin (pada sesi siang), menuju penurunan terbesar sejak Oktober.

Emiten konsumsi, PT Unilever Indonesia (UNVR) turun 4,9%, terbesar sejak November 2013, PT Astra International, perusahaan terbesar berdasarkan nilai pasar, turun 2,5%, dan PT Bank Mandiri kehilangan 3,7%.

Jokowi, pada hari Minggu, mengatakan bahwa polisi dan KPK harus bekerja bahu-membahu untuk memberantas korupsi dan tidak boleh dikriminalisasi, artinya menolak secara terbuka memihak dalam sengketa.

Presiden telah berjanji untuk mengatasi korupsi, merampingkan birokrasi dan meningkatkan anggaran untuk pembangunan jalan, pelabuhan dan pembangkit listrik saat dia berusaha untuk mendorong pertumbuhan ekonomi menjadi 5,8% tahun ini, dari realisasi sekitar 5,1% pada 2014.

Pada Senin nilai tukar rupiah melemah 0,3% menjadi 12.515 dolar, penurunan terbesar sejak 7 Januari, berdasarkan nilai pasar spot bank lokal. Padahal rupiah menguat 1,2% selama empat hari sebelumnya.

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Indeks BEI KPK vs Polri

Sumber : Bloomberg

Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top