Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

SURAT UTANG NEGARA: Transaksi Turun 40,12%, FR0070 Teraktif

Volume transaksi obligasi pemerintah terpantau turun 40,12% pada perdagangan Selasa (13/1/2015).
Gita Arwana Cakti
Gita Arwana Cakti - Bisnis.com 14 Januari 2015  |  12:15 WIB
SURAT UTANG NEGARA: Transaksi Turun 40,12%, FR0070 Teraktif
Volume transaksi obligasi pemerintah terpantau turun 40,12%
Bagikan

Bisnis.com,JAKARTA —  Volume transaksi obligasi pemerintah terpantau turun 40,12% pada perdagangan Selasa (13/1/2015).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia yang dikutip riset Debt Research Danareksa Sekuritas dan dirilis Rabu (14/1/2015), volume transaksi obligasi pemerintah kemarin tercatat Rp7,94 triliun, dari transaksi sebelumnya Rp13,26 triliun.

Jumlah tersebut di bawah transaksi harian tahun ini sebesar Rp10,56 triliun. Adapun obligasi tenor jangka menengah antara 5-15 tahun yang paling diburu.

Obligasi seri FR0070 tercatat menjadi obligasi pemerintah teraktif dengan volume transaksi mencapai Rp2,81 triliun.

Selanjutnya, obligasi pemerintah seri FR0068 menempati peringkat kedua teraktif dengan volume transaksi Rp955,2 miliar.

Dan posisi ketiga teraktif ditempati oleh obligasi pemerintah seri FR0071 dengan volume transaksi Rp876,74 miliar.

Berikut rincian obligasi pemerintah teraktif untuk perdagangan Selasa (13/1/2015)

Seri Obligasi

Yield

(%)

Volume

(Rp. miliar)

Jatuh Tempo

FR0070

7,66

2.812,54

15 Maret 2024

FR0068

8,17

955,2

15 Mei 2034

FR0071

7,97

876,74

15 Maret 2029

FR0069

7,39

420,48

15 April 2019

ORI011

7,62

263,56

15 Oktober 2017

Sumber: Bursa Efek Indonesia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi Pemerintah obligasi pemerintah ri
Editor : Gita Arwana Cakti
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top