Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Link Net (LINK) Ubah Status Perseroan

Rapat umum pemegang saham luar biasa PT Link Net Tbk. (LINK) menyetujui perubahan status perseroan menjadi perusahaan penananaman modal dalam negeri.
Gloria Natalia Dolorosa
Gloria Natalia Dolorosa - Bisnis.com 08 Oktober 2014  |  17:19 WIB
Link Net (LINK) Ubah Status Perseroan
Logo Link Net - Bisnis
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA--Rapat umum pemegang saham luar biasa PT Link Net Tbk. (LINK) menyetujui perubahan status perseroan menjadi perusahaan penananaman modal dalam negeri.

Per Juni 2014, PT First Media Tbk. (KBL)) mengantongi 41% saham LINK, Asia Link Dewa genggam 49%, OCBC Securities Pte. Ltd. kantongi 7%, dan masyarakat memiliki 3% saham.

“Tujuannya [ubah status] agar ada pembatasan kepemilikan [asing],” ujar Presiden Komisaris LINK Ali Chendra usai RUPSLB LINK, Rabu, (8/10/2014).

Rapat tidak membahas soal rencana private placement yang dilakukan beberapa pemegang saham LINK. Menurut Ali, perseroan belum mengantongi restu dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) soal rencana tersebut.

Sejumlah pemegang saham LINK berencana melepas 60% kepemilikan sahamnya dalam LINK. Aksi tersebut ditarget rampung sebelum tutup tahun ini.

Pernyataan singkat dari Ali rupanya tidak diikuti oleh pernyataan komisaris dan direksi yang lain kepada wartawan. Usai RUPSLB rampung, manajemen LINK menjanjikan akan ada konferensi pers soal RUPSLB yang akan disampaikan Direktur LINK Dicky Setiadi Moechtar.

Namun, wartawan yang sudah menanti selama 15 menit di dalam ballroom di Hotel Aryaduta, Jakarta, mendapati janji palsu.

“Direksi sudah pulang. Tidak ada konferensi pers,” ujar seorang lelaki mewakili manajemen LINK. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

first media link net
Editor : Ismail Fahmi
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top