Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

OBLIGASI PEMERINTAH: Transaksi Melesat 112,99%, FR0069 Teraktif

Setelah turun 51% pada awal pekan, volume transaksi obligasi pemerintah tercatat naik 112,99% pada perdagangan Selasa (2/9/2014).
Gita Arwana Cakti
Gita Arwana Cakti - Bisnis.com 03 September 2014  |  09:32 WIB
OBLIGASI PEMERINTAH: Transaksi Melesat 112,99%, FR0069 Teraktif
Ilustrasi - Bisnis
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA — Setelah turun 51% pada awal pekan, volume transaksi obligasi pemerintah tercatat naik 112,99% pada perdagangan Selasa (2/9/2014).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia yang dikutip riset Debt Research Danareksa Sekuritas dan dirilis Rabu (3/9/2014), volume transaksi obligasi pemerintah kemarin tercatat Rp19,83 triliun, dari transaksi sebelumnya Rp9,31 triliun.

Jumlah tersebut juga di atas rata-rata transaksi harian tahun ini sebesar Rp10,12 triliun. Adapun obligasi tenor jangka pendek kurang dari 5 tahun yang paling diburu.

Obligasi seri FR0069 tercatat menjadi obligasi pemerintah teraktif dengan volume transaksi mencapai Rp5,26 triliun.

Selanjutnya, obligasi pemerintah seri FR0071 menempati peringkat kedua teraktif dengan volume transaksi Rp4,39 triliun.

Dan posisi ketiga teraktif ditempati oleh obligasi pemerintah seri FR0068 dengan volume transaksi Rp3,29 triliun.

Berikut rincian obligasi pemerintah teraktif untuk perdagangan Selasa (2/9/2014)

Seri Obligasi

Yield

(%)

Volume

(Rp. miliar)

Jatuh Tempo

FR0069

7,96

5.264,84

15 April 2019

FR0071

8,5

4.397,06

15 Maret 2029

FR0068

8,57

3.285,33

15 Mei 2034

FR0070

8,22

2.284,56

15 Maret 2024

FR0067

9

1.946,88

15 Februari 2044

Sumber: Bursa Efek Indonesia

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi Pemerintah obligasi pemerintah ri
Editor :
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top