Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

OBLIGASI PEMERINTAH: Transaksi Melesat 99,85%

Volume transaksi obligasi pemerintah tercatat naik pesat 99,85% untuk perdagangan Selasa (29/4/2014).
Gita Arwana Cakti
Gita Arwana Cakti - Bisnis.com 30 April 2014  |  09:33 WIB
Surat berharga. Transaksi obligasi pemerintah melesat - JIBI
Surat berharga. Transaksi obligasi pemerintah melesat - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA — Volume transaksi obligasi pemerintah tercatat naik pesat 99,85% untuk perdagangan Selasa (29/4/2014).

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia dalam riset Debt Research Danareksa Sekuritas yang dirilis Rabu (30/4/2014), volume transaksi obligasi pemerintah kemarin tercatat Rp12,93 triliun, naik signifikan dari transaksi sebelumnya Rp6,47 triliun.

Jumlah tersebut juga lebih tinggi dari rata-rata transaksi harian tahun ini sebesar Rp6,65 triliun. Adapun obligasi tenor jangka pendek menengah antara 5-15 tahun yang paling diburu.

Obligasi pemerintah seri FR0071 tercatat menjadi yang teraktif dengan volume transaksi mencapai Rp4,15 triliun.

Selanjutnya, obligasi pemerintah seri FR0068 menempati peringkat kedua teraktif dengan volume transaksi Rp2,02 triliun.

Dan posisi ketiga teraktif ditempati oleh obligasi pemerintah seri SPN12140731 dengan volume transaksi Rp1,85 triliun.

Berikut rincian obligasi pemerintah teraktif untuk perdagangan Selasa (29/4/2014)

Seri Obligasi

Yield

(%)

Volume

(Rp. miliar)

Jatuh Tempo

FR0071

8,38

4.153,2

15 Maret 2029

FR0068

8,52

2.015,7

15 Mei 2034

SPN12140731

5,63

1.848,1

31 Juli 2014

FR0070

7,88

1.790,6

15 Maret 2024

FR0069

7,58

1.577

15 April 2019

Sumber: Bursa Efek Indonesia


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi Pemerintah obligasi pemerintah ri
Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top