Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Jagung Anjlok 40%, Terburuk dari 24 Komoditas

Harga jagung anjlok 40% sepanjang 2013, terburuk di antara 24 komoditas yang terpantau Standard & Poors GSCI Spot Index.
Ardhanareswari AHP
Ardhanareswari AHP - Bisnis.com 01 Januari 2014  |  17:33 WIB
Harga Jagung Anjlok 40%, Terburuk dari 24 Komoditas
Bagikan

Bisnis.com, LONDON - Harga jagung anjlok 40% sepanjang 2013, terburuk di antara 24 komoditas yang terpantau Standard & Poor’s GSCI Spot Index.

Panen jagung AS yang melonjak tajam tak diimbangi dengan permintaan.

Analis dari Macquarie Group Ltd. Chris Gadd, seperti dikutip dari Bloomberg, mengatakan pasar bergeser dari defisit pasokan menjadi surplus. “Fungsi harga saat ini adalah untuk menciptakan dan mengerek permintaan,” katanya.

Harga jagung untuk pengiriman Maret tercatat turun 0,4% dan ditutup pada US$4,22 per bushel pada penutupan pasar akhir tahun ini di Chicago Board of Trade atau Rabu (1/1/2014) dini hari waktu Indonesia.

Adapun data dari Departemen Pertanian AS menunjukkan panen jagung AS, produsen terbesar di dunia, mencapai 355,3 juta ton, naik 30% dibandingkan dengan musim sebelumnya.

Dengan volume tersebut, total panen jagung mencapai 964,3 juta ton dan sanggup memenuhi kebutuhan konsumsi selama 3 tahun berturut-turut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

harga jagung
Editor : Yusran Yunus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini

back to top To top