Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Harga Emas Masih Tertekan, Waspadai Potensi Kenaikan

Harga emas masih tertekan hingga membentuk level rendah baru ke level US$1.215 per troy ounce. Pagi ini emas tercatat kembali rebound ke area US$1.221.
Ardhanareswari AHP
Ardhanareswari AHP - Bisnis.com 04 Desember 2013  |  12:18 WIB
Harga Emas Masih Tertekan, Waspadai Potensi Kenaikan
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA – Harga emas masih tertekan hingga membentuk level rendah baru ke level US$1.215 per troy ounce. Pagi ini emas tercatat kembali rebound ke area US$1.221.

Emas untuk pengiriman Februari membukukan penurunan 0,01% ke level US$1.220,70 per troy ounce (Rp469.394,35 per gram) di Commodity Exchange, New York, hari ini, Rabu (4/12/2013) pukul 12:02 WIB. Adapun harga emas spot tercatat turun 0,17% menjadi 1.221,32 per troy ounce (Rp469.632,72 per gram).

Kepala Riset PT Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan emas masih punya potensi untuk melemah lebih lanjut.

“Momentum turun hari ini masih terlihat, yang bisa mendorong harga emas melemah kembali ke kisaran US$1.215 dan bahkan mendekati area US$1.200,” katanya dalam laporan analisis harganya, hari ini.

Namun, kata Ariston, para pelaku pasar harus mewaspadai potensi kenaikan harga emas. Dia melanjutkan, harga emas bisa bergerak di atas resisten US$1.226 dengan potensi penguatan mendekati area US$1.234.

Malam ini beberapa data penggerak pasar yang cukup penting akan datang dari AS. Rilis tersebut bisa membalikkan tren turun harga emas bila data tersebut ternyata buruk.

Ariston mengemukakan, data yang perlu diperhatikan adalah data ADP nonfarm payrolls, data ISM sektor jasa, dan data penjualan rumah baru.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Emas Hari Ini
Editor :
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top