Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Backdoor Listing Mitratel, 2 Emiten Rebutan Saham Anak Usaha Telkom

Dua perusahaan penyedia menara telekomunikasi PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) dan PT Protelindo bersaing menjadi mitra strategis PT Telkom Tbk. untuk pelepasan sebagian saham anak usaha PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) melalui pola backdoor listing
Bambang Supriyanto
Bambang Supriyanto - Bisnis.com 21 November 2013  |  19:44 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Dua perusahaan penyedia menara telekomunikasi PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) dan PT Protelindo bersaing menjadi mitra strategis PT Telkom Tbk. untuk pelepasan sebagian saham anak usaha PT Dayamitra Telekomunikasi (Mitratel) melalui pola backdoor listing.

"Saat ini tinggal dua penyedia menara yang tersisa. Kita akan pilih satu perusahaan yang terbaik sebagai mitra strategis," kata Director Innovation & Strategic Portfolio Telkom Indra Utoyo, seusai berbicara pada diskusi bertajuk New Wave of Less Cash Society: Indonesian Chapter, Kamis (21/11).

Menurut Indra, backdoor listing Mitratel tersebut akan memasuki finalisasi sebelum April 2014.

Pola backdoor listing adalah praktik dimana saham dari satu perusahaan diambil alih oleh perusahaan yang telah tercatat di bursa saham sehingga secara tidak langsung menjadi bagian dari emiten yang tercatat di pasar modal.

"Kita tidak mau ketinggalan momentum dalam mencari mitra strategis tersebut. Pasalnya industri menara diperkirakan mengalami perlambatan 'growth' karena jumlah operator semakin sedikit tapi jumlah perusahaan menara bertambah," kata Indra.

Dia menambahkan backdoor listing saham Mitratel tersebut bagian dari upaya mengantisipasi kehilangan peluang (windows opportunity).

"Tren pertumbuhan industri menara bisa melambat sebab saat ini penetrasi pengguna seluler di Tanah Air sudah mencapai 118 persen," ujarnya.

Untuk "backdoor listing" tambahnya, Telkom hanya ingin memilih rekan strategis dengan emiten atau perusahaan yang tercatat di bursa saham yang sudah teruji dapat menumbuhkan tenancy ratio.

Menurut catatan, Mitratel sejak 2011 telah diwacanakan dibawa melantai ke bursa saham oleh Telkom. Mitratel memiliki aset 3.000 unit menara dengan valuasi sekitarRp3 triliun.

Pada 2012, Mitratel memiliki pendapatan sebesarRp1,6 triliun, serta mencatat laba bersih sebesar Rp305,007 miliar.

Untuk menangani aksi korporasi ini Telkom sudah menunjuk Barclays Capital untuk mengikuti beauty contest memperebutkan 49% saham Mitratel ini.

Menurut Analis dari Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) Ahmad Sujatmiko, jika Telkom merealisasikan aksi pelepasan sebagian saham di Mitratel memang akan menguntungkan BUMN tersebut.

"Jika melepas sebagian saham di Mitratel, artinya Telkom akan mendapatkan dana segar sehingga dapat digunakan untuk melakukan ekspansi. Aksi korporasi ini akan menjadikan Mitratel bagian dari perusahaan terbuka (backdoor listing) sehingga dapat memperoleh dana dari pasar modal," kata Ahmad.

Senada dengan itu, Analis Ciptadana Securities Triwira Tjandra mengatakan monetisasi menara telekomunikasi dan bisnis properti bisa menjadi faktor penguat kinerja harga saham Telkom ke depan mengingat nilai divestasi aset menara telekomunihkasi diperkirakan mencapai 500 juta dolar AS dengan asumsi divestasi sekitar 49%saham di Mitratel.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

telkom menara telekomunikasi

Sumber : Antara

Editor : Bambang Supriyanto

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

To top