Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Target Penjualan Agung Podomoro (APLN) 2013 Sulit Tercapai

PT Agung Podomoro Land Tbk. (APLN) akui pihaknya bakal kesulitan untuk mencapai target penjualan tahun ini, karena hingga Oktober baru mencetak Rp4,2 triliun, sementara target laba bersih tahun ini ditetapkan mencapai Rp892,87 miliar.
Giras Pasopati
Giras Pasopati - Bisnis.com 18 November 2013  |  00:35 WIB
Ilustrasi - Bisnis.com
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - PT Agung Podomoro Land Tbk. (APLN) akui pihaknya bakal kesulitan untuk mencapai target penjualan tahun ini, karena hingga Oktober baru mencetak Rp4,2 triliun, sementara target laba bersih tahun ini ditetapkan mencapai Rp892,87 miliar.

“Target marketing sales kami tahun ini tetap Rp6 triliun, tetapi kami akui bakal agak sulit mencapainya,” ujar Direktur Keuangan Agung Podomoro, Cesar de la Cruz kepada Bisnis, Minggu (17/11/2013).

Dari awal tahun hingga Oktober 2013 Agung Podomoro telah mencetak penjualan senilai Rp4,20 triliun. Sementara itu, sepanjang tahun ini perseroan telah menargetkan pencapaian penjualan senilai Rp6 triliun.

Kontribusi terbesar dari nilai penjualan tersebut berasal dari  The Podomoro City Extension 44,0%, diikuti Metro Park Residence 14,4%, Vimala Hills 13,7%, The Borneo Bay Residences 9,4%, Grand Taruma 7,8% dan [email protected] 5,8%.

Cesar menambahkan pihaknya berharap penjualan proyek terakhir di Borneo Bay Residences dan beberapa proyek sebelumnya mampu berkontribusi positif hingga akhir tahun. Adapun perseroan menetapkan target laba bersih 2013 Rp892,87 miliar atau naik 10% dari tahun lalu.

Agung Podomoro mencatatkan penurunan pendapatan sebesar 1% menjadi Rp3,48 triliun pada kuartal III 2013 dibandingkan tahun lalu. Penurunan pendapatan ini diikuti merosotnya laba bersih sebesar 5,4% menjadi Rp678,59 miliar.

Pelemahan kinerja perseroan disebabkan oleh meningkatnya beban operasional perseroan sebagai dampak dari tanggungan beban operasional dari anak usaha yang belum berkontribusi kepada perseroan dan beban bunga obligasi.

Berdasarkan riset BNI Securities pada 6 November lalu, pencapaian pendapatan perseroan masih berada di bawah ekspektasi konsensus yaitu 63,33% dari total target akhir tahun sebesar Rp5,49 triliun. Sedangkan laba bersih baru mencapai 67,85% dari total target senilai Rp1 triliun.

Meskipun  demikian,  Agung Podomoro dinilai masih dapat memenuhi target kinerja di akhir tahun didorong oleh strategi perseroan dalam meningkatkan kontribusi  recurring  income  yang  hingga  kuartal III 2013  mencapai  21,9% terhadap total pendapatan konsolidasian perseroan

Hal itu ditambah berhasilnya perseroan  dalam memasarkan  lahan  kawasan  Industri  perseroan  di daerah  Karawang seluas  216  ha  kepada  investor  Taiwan, Universal Advantage  Land  Development  senilai  Rp1  triliun  yang  dapat  berkontribusi positif pada akhir tahun.

Perseroan saat ini juga tengah mengkaji penerbitan obligasi berkelanjutan yang nilainya mencapai Rp1,3 triliun pada tahun depan.

Sebelumnya Agung Podomoro melakukan penerbitan obligasi hingga Rp1,2 triliun pada 27 Juni 2013. Dari nilai total Rp2,5 triliun, perseroan masih mendapat ‘jatah’ untuk menerbitkan Rp1,3 triliun obligasi.

Pihak perseroan menyatakan masih mengkaji opsi penerbitan tersebut pada 2014. Perseroan beralasan masih menimbang terkait situasi 2014 yang menjadi ajang pertarungan politik melalui pemilu.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

agung podomoro
Editor : Sepudin Zuhri

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top