Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Isu Mobil Murah Pengaruh Negatif Bagi Rupiah dan IHSG

Bisnis.com, JAKARTA—Isu mobil murah dinilai berpengaruh negatif terhadap indeks harga saham gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah.
Herdiyan
Herdiyan - Bisnis.com 24 September 2013  |  13:07 WIB
Isu Mobil Murah Pengaruh Negatif Bagi Rupiah dan IHSG
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA—Isu mobil murah dinilai berpengaruh negatif terhadap indeks harga saham gabungan (IHSG) dan nilai tukar rupiah.

Berdasarkan riset PG Asset Management, beberapa analis ekonomi berpendapat program mobil murah akan membuat beban subsidi bahan bakar minyak (BBM) akan membengkak.

Hal ini diperkirakan akan menambah kuota impor BBM dan selanjutnya akan membuat defisit neraca berjalan Indonesia.

Saat ini, pemerintah cukup sulit menurunkan inflasi dan membuat rupiah semakin tertekan.

Hal ini memperjelas jika program mobil murah dijalankan, maka secara bersamaan anggaran impor BBM akan membengkak.

Pada perdagangan sesi I Selasa (24/9/2013), IHSG mengalami pelemahan sebesar 0,9% ke level 4.521,61.

IHSG juga melemah pada perdagangan Senin (23/9/2013) kemarin, sebesar 20,97 poin atau turun 0,46% dan ditutup pada level 4.562,857.

Bursa saham melanjutkan pelemahan akibat pengaruh dari timbulnya kekhawatiran akan mencuatnya kembali rencana The Federal Reserve untuk mengurangi program paket stimulusnya sebesar US$10 miliar.

Hal ini membuat kekhawatiran akan terjadinya pengurangan likuiditas di bursa saham.

Dampak dari langkah itu adalah membuat menguatnya dolar AS dan bahkan sepertinya saat ini mata uang dolar AS menjadi aset investasi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

IHSG Gonjang Ganjing Rupiah mobil murah
Editor : Fatkhul Maskur
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top