Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bursa New York, Saham AS Tergelincir dari Rekor Tertinggi

Bisnis.com, NEW YORK - Saham AS jatuh dari rekor tertinggi karena para investor menimbang data yang menunjukkan perkiraan pertumbuhan kuat pada industri jasa, dan komentar seorang pejabat Federal Reserve bahwa bank sentral cenderung memperlambat pembelian
Fatkhul-nonaktif
Fatkhul-nonaktif - Bisnis.com 06 Agustus 2013  |  03:29 WIB

Bisnis.com, NEW YORK - Saham AS jatuh dari rekor tertinggi karena para investor menimbang data yang menunjukkan perkiraan pertumbuhan kuat pada industri jasa, dan komentar seorang pejabat Federal Reserve bahwa bank sentral cenderung memperlambat pembelian obligasi bulanan.

Indeks Standard & Poor (SPX) 500 tergelincir 0,2% menjadi 1.707,11 pada pukul 4 sore di New York, AS.

"Komentar hari ini dan data saat ini tidak cukup untuk mengatakan Fed benar-benar akan lebih agresif," kata Walter Todd, yang membantu mengawasi US$ 950 juta sebagai kepala investasi dari Greenwood Capital Inc di Greenwood, South Carolina.

 "Lebih dari itu hanya orang-orang yang berhenti sejenak, menarik napas, setelah masa yang sangat agresif di pasar."

Saham rally 1,1% pekan lalu, mengirimkan S & P 500 di atas 1.700 untuk pertama kalinya, karena bank sentral berjanji untuk mempertahankan stimulus dan data menunjukkan proyeksi mengalahkan pertumbuhan ekonomi pada kuartal kedua.

Indeks S & P 500 telah naik 20% tahun ini dan diperdagangkan pada 15,5 kali estimasi pendapatan, dibandingkan dengan rata-rata 13,9 selama 5 tahun terakhir, demikian data yang dikumpulkan oleh Bloomberg.

Presiden Fed Bank of Dallas Richard Fisher, salah satu kritikus paling vokal atas pelonggaran kuantitatif, memperingatkan investor untuk tidak bergantung pada pembelian obligasi bulanan bank sentral senilai US$85 miliar.

"Pasar keuangan mungkin telah menjadi terlalu terbiasa dengan apa yang telah digambarkan sebagai put Fed atau ide bahwa bank sentral akan melonggarkan kredit setelah penurunan pasar,” kata Fisher dalam sebuah pidato di Portland, Oregon.

"Beberapa orang telah datang mengharapkan Fed untuk menjaga pasar melayang tanpa batas. Ini mendistorsi harga aset keuangan dan dapat menyebabkan salah dalam alokasi modal yang serius, " katanya.

Debat Fed

Pembuat kebijakan bank sentral telah memperdebatkan kecepatan dan waktu dari setiap pemotongan dalam stimulus moneter yang telah turut mendorong S & P 500 naik lebih dari 150% dari pasar bearish yang rendah pada 2009.

The Fed mengatakan pekan lalu inflasi yang masih rendah dapat menghambat perekonomian dan berjanji untuk terus membeli obligasi setiap bulan. Laju pembelian aset dapat dimulai pada bulan September, menurut sejumlah ekonom yang disurvei oleh Bloomberg pada 18 -22 Juli.

Indeks non manufaktur Institute for Supply Management meningkat menjadi 56 pada Juli dari bulan sebelumnya 52,2, sebuah laporan dari Tempe, grup yang berbasis di Arizona, hari ini Selasa (6/8/2013).

Perkiraan median dalam survei Bloomberg terhadap para ekonom naik menjadi 53,1. Menunjukkan lebih tinggi dari 50, mengindikasikan pertumbuhan di industri yang mengontribusi hampir 90% dari perekonomian.

Indeks AS

Index NameValueChange% ChangeTime
Dow Jones Industrial Average15,612.13-46.23-0.30%16:20:01
Dow Jones Transportation Average6,600.75-50.94-0.77%16:20:01
Dow Jones Utilities Average504.52-3.95-0.78%16:20:01
S&P 500 Index1,707.14-2.53-0.15%16:13:21
New York Stock Exchange Composite Index9,671.61-18.46-0.19%16:13:23
NASDAQ Composite Index3,692.95+3.36+0.09%16:20:00
Russell 1000 Index949.85-1.18-0.12%16:14:04
Russell 2000 Index1,063.01+3.15+0.30%16:14:04
Russell 3000 Index1,020.94-0.93-0.09%16:14:02
KBW Bank Index66.71-0.24-0.36%16:14:08

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

indeks saham as s&p500
Editor : Fatkhul Maskur
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top