Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Imbal Hasil Obligasi AS 10 Tahun Naik 0,02%

NEW YORK-Harga surat utang negara AS tenor 10 tahun kembali turun untuk hari kedua karena testimoni Chairman Fed Ben S Bernanke memicu spekulasi stimulus moneter bank sentral akan mendukung pertumbuhan ekonomi sehingga mengurangi keinginan untuk berinvestasi
Achmad Aris
Achmad Aris - Bisnis.com 28 Februari 2013  |  07:47 WIB
Imbal Hasil Obligasi AS 10 Tahun Naik 0,02%
Bagikan

NEW YORK-Harga surat utang negara AS tenor 10 tahun kembali turun untuk hari kedua karena testimoni Chairman Fed Ben S Bernanke memicu spekulasi stimulus moneter bank sentral akan mendukung pertumbuhan ekonomi sehingga mengurangi keinginan untuk berinvestasi di surat utang.

Surat utang acuan masih menuju level penaikan bulanan pertama sejak November 2012 karena Bernanke mengatakan dalam testimoni kongres bank sentral pembelian obligasi tidak akan menyebabkan gelembung harga aset atau inflasi.

Obligasi AS juga didukung oleh pembelian akhir bulan untuk mencocokkan indeks pasar.

Lelang surat utang tenor 7 tahun sebesar US$29 miliar, menyelesaikan penjualan pekan ini sebesar US$99 miliar.

"Kami sudah lari kencang pekan ini dan kami hanya mengambil nafas dan memberikannya kembali beberapa dengan saham yang mendapatkan dorongan besar," kata William O'Donnel, Kepala Analis SUN AS RBS Securities Inc di Stamford seperti dikutip Bloomberg, Kamis (28/2).

"Apa yang mendorong pasar beberapa hari ini adalah dovishness Fed. Saham dan obligasi menyukainya," tambahnya.

Yield obligasi tenor 10 tahun naik 2 basis poin atau 0,02% ke level 1,90% pada pukul 5 sore waktu New York.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Obligasi as fed

Sumber : Achmad Aris

Editor : Others
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top