Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

HARGA MINYAK AS Jatuh Ke Level US$94,46 Per Barel

NEW YORK - Harga minyak AS jatuh pada penutupan perdagangan Rabu (20/2), di tengah meningkatnya spekulasi penjualan besar-besaran oleh perusahaan pengelola dana investasi.Pasar New York mengabaikan risalah pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve
Fajar Sidik
Fajar Sidik - Bisnis.com 21 Februari 2013  |  05:48 WIB
HARGA MINYAK AS Jatuh Ke Level US$94,46 Per Barel
Bagikan

NEW YORK - Harga minyak AS jatuh pada penutupan perdagangan Rabu (20/2), di tengah meningkatnya spekulasi penjualan besar-besaran oleh perusahaan pengelola dana investasi.

Pasar New York mengabaikan risalah pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve pada Januari yang menunjukkan berlanjutnya perpecahan atas program pembelian asetnya untuk mendukung ekonomi yang lemah.

Per barel minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk penyerahan Maret, turun US$2,20 dari Selasa  ditutup menjadi US$94,46 di New York Mercantile Exchange (NYMEX) Rabu (20/2).

Minyak acuan Eropa, Brent Borth Sea menetap di US$115,60 di London, turun US$1,92.

Para analis mencari penjelasan setelah harga minyak tiba-tiba turun US$3 di sesi New York.

Kyle Cooper, managing partner di konsultan IAF Advisers yang berbasis di Houston, Texas, mengatakan perubahan mendadak dalam harga kadang-kadang muncul ketika kontrak berjangka berakhir, seperti yang terjadi dengan berakhirnya kontrak berjangka minyak WTI Maret.

"Ketika kontrak berjangka berakhir, dana harus keluar," kata Cooper.

Analis Stephen Schork mengatakan tidak ada berita yang melibatkan faktor-faktor fundamental pasokan dan permintaan di balik pergerakan harga.

"Ada semacam jumlah besar tekanan jual (yang) datang ke pasar," kata Stephen Schork, seorang analis di Schork Group. "Seperti apa katalisnya, itu yang ditebak semua orang." Schork mengatakan penjelasan yang mungkin termasuk kemungkinan yang disebut "fat finger", sebuah istilah untuk sebuah perdagangan pesanan, atau keputusan oleh sebuah dana (perusahaan investasi) untuk secara tiba-tiba melepas kontrak-kontraknya.

Salah satu faktor yang bisa mengakibatkan tekanan adalah berita bahwa produsen minyak Iran memulai kembali negosiasi dengan anggota Dewan Keamanan PBB Inggris, China, Prancis, Rusia dan Amerika Serikat, ditambah Jerman, kata Cooper.

Enam negara akan membuat tawaran bagi Iran dengan "unsur-unsur baru yang signifikan" dalam upaya untuk menyelesaikan sengketa program nuklirnya pada pembicaraan pekan depan di Kazakhstan, seorang diplomat Barat mengatakan.

Risalah pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada Januari, mengungkapkan perdebatan tentang program pembelian aset 85 miliar dolar AS.

Bill Barukh dari iiTrader mengatakan pasar minyak "sudah turun" sebelum risalah pertemuan Fed dirilis dan bahwa mereka memiliki dampak kecil terhadap harga minyak.(Antara/fsi)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Minyak as fed

Sumber : Newswire

Editor : Others
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top