Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

ANALISIS IHSG PEKAN INI (28/01): Situasi global membaik, peluang rebound terbuka

JAKARTA: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang pekan lalu kembali mencatat koreksi setelah kenaikan cukup tinggi pada pekan sebelumnya.Koreksi tersebut memang telah diprediksi oleh banyak pihak, apalagi pada pekan sebelumnya indeks telah mencatat
News Editor
News Editor - Bisnis.com 28 Januari 2013  |  06:59 WIB

JAKARTA: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang pekan lalu kembali mencatat koreksi setelah kenaikan cukup tinggi pada pekan sebelumnya.

Koreksi tersebut memang telah diprediksi oleh banyak pihak, apalagi pada pekan sebelumnya indeks telah mencatat rekor terbarunya.

Praktis tekanan jual semakin besar. Tercatat indeks melemah 0,62% dari level penutupan akhir pekan sebelumnya 4.465,48 ke level 4.437,60.

Di sisi lain koreksi tipis pada pekan lalu memungkinkan indeks akan kembali menguat pada pekan ini, mengingat masih besarnya  rasa lapar pelaku pasar.

Pada awal pekan lalu, koreksi teknikal telah menghampiri IHSG meski pun banyak sentimen positif yang menghampiri indeks.

 

PDB China
PDB China yang menguat 7,9% dibandingkan kuartal yang sama tahun sebelumnya serta kenaikan penjualan sektor ritel AS yang menguat 15,2% pada Desember 2012 lalu tidak mampu meneruskan laju kenaikan indeks pada pekan sebelumnya.


Padahal pertumbuhan ekonomi China mencatat kenaikan cukup signifikan pada kuartal IV/2012 sebesar 8,5% dari 7,5% pada kuartal III/2012.

Bagi Indonesia sendiri, kenaikan pertumbuhan perekonomian China berarti akan ada lebih banyak lagi kebutuhan bahan baku yang dapat dieskpor ke negara itu.

Pada akhirnya akan mengurangi defisit neraca perdagangan Indonesia dengan China. Pemerintah China sendiri telah menargetkan pertumbuhan ekonomi tahun ini di level 8,5%, lebih tinggi dari tahun 2012 7,5%.

 

Stimulus BoJ

Di sisi lain Bank of Japan (BoJ) akan mengeluarkan stimulus monter sebesar 13 triliun yen untuk mengeluarkan negara itu dari ancaman deflasi hingga tingkat inflasi negara itu mencapai 2%.

Dana 13 triliun tersebut akan digunakan untuk membeli obligasi pemerintah senilai 2 triliun, 10 triliun untuk surat utang Amerika Serikat, dan 1 triliun akan dipergunakan membeli utang swasta demi menjaga keseimbangan kepemilikan BoJ.

Kebijakan pembelian obligasi tak terbatas yang akan di mulai pada Januari 2014 memang dapat melemahkan nilai tukar mata uang Jepang, yen.

Akan tetapi, bagi negara-negara tujuan investasi Jepang, seperti Indonesia, Thailand dan Malaysia akan  menjadi sebuah berkah tersendiri karena terapresiasinya nilai tukar mata uang dalam negeri mereka.

Kebijakan BoJ memang patut diapresiasi, namun pelaku pasar melihat kebijakan tersebut sebagai sebuah sentimen negatif karena ekspektasi yang terlanjur tinggi.

Lamanya pengimplementasian pembelian aset tak terbatas yang rencananya akan dimulai pada Januari 2014 tidak akan memberikan dampak apa pun bagi perekonomian Jepang saat ini, kecuali sebagai lips service belaka.

Padahal ancaman deflasi masih menghantui negara itu dan pelaku pasar menginginkan adanya kebijakan baru yang benar-benar dapat dilakukan dalam waktu dekat mengatasi ancaman itu.

 

Prediksi

Pada pekan ini IHSG kembali akan menguat terimbas sentimen positif dari pembayaran 278 bank Eropa kepada ECB senilai 137 milyar euro dari total 489 milyar euro pinjaman awal dari ECB kepada mereka.

Selain itu mereka juga mendapatkan pinjaman tambahan berikutnya senilai 530 milyar euro. Setidaknya pembayaran hutang tersebut memberikan dampak positif bahwa sistem keuangan UE telah sehat kembali. (Bsi)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Indra, Analis Bisnis Indonesia Intelligence Unit

Editor : Bastanul Siregar

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top