Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

BURSA AS Ditutup Menguat Akhir Pekan

NEW YORK—Saham-saham AS mengakhiri pekan ini dengan penaikan yang membawa indeks S&P 500 ke reli terpanjang sejak 2004, seiring laporan peningkatan laba Starbucks Corp dan Procter & Gamble Co. serta kepercayaan bisnis di Jerman yang melampaui
News Editor
News Editor - Bisnis.com 27 Januari 2013  |  01:16 WIB

NEW YORK—Saham-saham AS mengakhiri pekan ini dengan penaikan yang membawa indeks S&P 500 ke reli terpanjang sejak 2004, seiring laporan peningkatan laba Starbucks Corp dan Procter & Gamble Co. serta kepercayaan bisnis di Jerman yang melampaui perkiraan.


Saham Starbucks, operator kedai kopi terbesar di dunia, naik 4,1%. Saham Procter & Gamble, pembuat produk konsumen terbesar, naik 4% karena naiknya perkiraan laba pada 2013.

Saham Halliburton Co melonjak 5,1% karena laba yang dibukukan melampaui perkiraan. Sementara itu saham Apple Inc menyerahkan prediket perusahaan paling berharga di dunia kepada Exxon Mobil Corp karena saham pembuat iPhone itu merosot 2,4%.

Indeks S&P 500 naik 0,5% ke level 1.502,96 di New York. Indeks acuan itu ditutup di atas 1.500 untuk pertamakalinya sejak Desember 2007 dan penaikan berturut-turut selama 8 hari, terpanjang sejak November 2004.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik 70,65 poin atau 0,5% ke level 13.895,98 hari ini. Sekitar 6,3 miliar saham diperdagangkan di bursa AS hari ini atau setara dengan rerata 3 bulan.

"Hari demi hari, kinerja laba telah mendorong pada saat ini," kata Tom Wirth, Senior Investment Officer Chemung Canal Trust Co. di Elmira New York seperti dikutip Bloomberg, Sabtu (26/1).

"Ada titik waktu di mana pasar telah naik begitu lama, begitu banyak, sehingga ini akan menjadikannya untuk mengonsolidasikan keuntungan mereka sebelum pergi lagi," tambahnya.

Indeks S&P 500 naik untuk empat minggu berturut-turut, naik 1,1% sejak 18 Januari. Indeks itu sempat gagal ditutup di atas 1.500 pada kemarin setelah melebihi level intraday. (Achmad Aris/sut)


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Bloomberg

Editor : Sutarno

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top