Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

RIGHT ISSUE ANTAM: Ditunda, Harga Saham Sedang Merosot

JAKARTA--Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan rencana PT Aneka Tambang Tbk menerbitkan saham baru (right issue) sebesar 5%  terpaksa ditunda karena harga saham perusahaan yang sedang merosot.”Right issue' 5%  saham Antam tidak bisa
News Editor
News Editor - Bisnis.com 24 Januari 2013  |  05:59 WIB

JAKARTA--Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan rencana PT Aneka Tambang Tbk menerbitkan saham baru (right issue) sebesar 5%  terpaksa ditunda karena harga saham perusahaan yang sedang merosot.

”Right issue' 5%  saham Antam tidak bisa dilakukan tahun ini (2013), karena harga yang sedang turun," katanya usai mengikuti Rakor Program Privatisasi Tahun 2013 dan Program Tim Pelaksana Komite Privatisasi 2013, di Kantor Menko Perekonomian, Jakarta, Rabu (23/1).

Menurut Dahlan, right issue Antam masuk dalam pembahasan privatisasi 2013 bersama dengan PT Pegadaian dan PT Pos yang kedua-duanya direncanakan menempuh opsi penawaran saham perdana kepada publik (IPO).

Akan tetapi rencana IPO Pegadaian dan Pos juga dibatalkan karena diharuskan fokus pada bisnis masing-masing perusahaan.

Sedangkan pembatalan  right issue Antam lebih karena situasi pasar sejalan anjloknya harga komoditas pertambangan di pasar internasional.

"Antam memiliki kinerja keuangan yang cukup baik, komposisi utang tidak terlalu besar, sehingga lebih baik program right issue ditunda," tegas Dahlan.

Untuk itulah tambah mantan Direktur Utama PT PLN ini, jika Antam membutuhkan pendanaan dalam rangka ekspansi usaha sebaiknya diarahkan lewat pinjaman bank. (Antara/if)
 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Sumber : Newswires

Editor : Ismail Fahmi

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top